Thu, 19 Sep 2013 23:41:34

KONI Memberikan Penghargaan Kepada Atlet Berprestasi dan Meluncurkan Buku Grand Strategi

KONI Memberikan Penghargaan Kepada Atlet Berprestasi dan Meluncurkan Buku Grand Strategi

Jakarta (19/09/2013). Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi dan Meluncurkan Buku Grand Strategi dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Konsulitasi tahun 2013 bertempat di Ball Room Hotel Century Atlet, Senayan.  Dalam pelakasanaan rapat hadir Mantan Ketua KONI Periode 1997-2003 Bapak Wismoyo Aris Munandar dan Deputi IV Kemenpora Joko Pekik.

Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman dalam sambutanya yang sekaligus membuka Rakorsultasi menyatakan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Anggota di Bandung yang menghasilkan hal stratergis, penguatan eksistensi KONI/penguatan antara lain melalui Amademen UU SKN 2005 dan penyempurnaan AD/ART KONI. “Konsep yang ditetapkan sebaik apapun tergantung dengan semangat dari peserta dan anggota KONI, oleh karena itu diharapkan agar apa yang sudah dikerjakan dapat dikawal”, demikian ujar pak Tono.

Dalam Kesempatan yang sama Bapak Wismoyo Arismunandar memberikan arahan kapada seluruh peserta.  Pak Wis ingatkan bangsa ini ada Bhineka Tunggal Ika, yang seharusnya menjadi rohnya bangsa.  Dengan Bhineka Tunggal Ika kita bersatu, untuk itu tabu bagi siapa saja yang memecah belah. Organisasi Olahraga KONI ini adalah organisasi yang merupakan alat dalam membina prestasi olahraga dan sekaligus alat untuk mencapai tujuan dan pemersatu bangsa. “Tidak boleh ada upaya yang menimbulkan bias dan benturan.   KONI harus menjadi satu-satunya badan yang secara sah mengurus dan membina olahraga prestasi di Indonesia, dari sejak para atlet dilatih sampai dengan pada saat terjun di arena pertandingan dimanapun diselenggarakan”, demikian imbuh pak Wis.  

Penghargaan diberikan kepada Atlet bulutangks yaitu Tantowi Ahmad/Liliyana Natrsir dan Hendra Setiawaan/Mohammad Ahsan berupa Asuransi dan tabungan investasi hari tua. Disamping itu penghargaan juga diserahkan kepada para pelatih yaitu Christian Hadinata, Haryono dan Richard Mainaki.

Rapat Rakorsulatsi dengan peserta 33 Provinsi dan 61 PB/PP juga membahas tentang Sosialisasi dan Informasi  mengenai kajiaan tentang PON Remaja, Persiapan PON XIX/2016  Jawa Barat dan Pencalonan PON XX/ 2020.

Beberapa hasil kesimpulan dalam Kajian PON Remaja, yaitu Tim Pokja Amandemen UU No. 3 Tahun 2005 agar lebih mendalami rumusan materi sebagai bahan uji materi ke Mahkamah Konstitusi diantaranya pasal 13, 36, 40, 43, 44, 69, 70 dan 88, untuk mendapatkan usulan amandemen yang lebih berkualitas, tajam dan fokus; Ada 5 (lima) provinsi meliputi Papua, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan Bali sudah bersedia menjadi tuan rumah PON XX/2020, dan sudah mendapat dukungan dari eksekutif maupun legislatif masing-masing daerah; serta Perlu telaah dan kajian lebih lanjut agar POPNAS DAN PON REMAJA dilebur menjadi satu multi event olahraga yunior/ remaja yang mengamodir atlet-atlet dibawah usia 18 tahun tanpa memandang status.  (Media dan Humas KONI Pusat)