Cetak

(Jakarta, 21/04/16).  Salah satu tujuan PON sebagaimana diamanatkan pada UU No. 3 tentang SKN dan AD/ART KONI adalah untuk memepererat persatuan kesatuan dan meningkatkan prestasi. Begitu tinggi nilai strategis dari PON bagi kepentingan daerah/nasional, maka tidak heran bila PON Ke-21 meskipun baru akan berlangsung pada tahun 2024, sudah menjadi dambaan beberapa Provinsi untuk mengajukan diri sebagai calon tuan rumahnya.

Salah satu keinginan membara untuk menjadi tuan rumah PON Ke-21 itu Provinsi Aceh terungkap  saat kunjungan Delegasi Aceh kepada Ketua Umum KONI Pusat pada hari Kamis 21 April 2016 di kantor KONI Pusat.

Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman yang didampingi Waketum I  Suwarno mengapresiasi dan menyambut gembira keinginan Aceh untuk menjadi tuan rumah PON 2024. PON itu, menurut Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, strategis, tidak murah dan perlu persiapan sejak jauh hari,   “Masyarakat Aceh, Pemda, DPRA, semua pihak harus mendukung penuh, baik material, spiritual, maupun finansial, agar keinginan menjadi tuan rumah dapat terwujud.

Delegasi Aceh yang antara lain terdiri atas Ketua Harian KONI Provinsi Aceh Komaruddin Abubakar, Ketua Komisi IV DPRA Tengku Anwar Ramli, Staf Khusus Gubernur dan Kepala Dispora secara bulat mengajukan diri sebagai tuan rumah PON ke-21 dan berharap benar benar diberi kesempatan.

Provinsi Aceh pada biding penyelenggara PON 20 tahun 2020 tidak berhasil tetapi termasuk  3 besar. Setelah Provinsi Papua di wilayah timur, provinsi Aceh merasa layak menjadi perwakilan provinsi di wilayah barat. Menurut Ketua KONI Provinsi Aceh  menjadi penyelenggara PON kami kejar karena ingin mengundang provinsi lain untuk melihat Aceh dan tentu merupakan kebanggaan untuk  dapat menyelenggarakan  kegiatan besar nasional seperti PON.

Ketua KONI Pusat Tono Suratman menyarankan untuk mendukung berhasilnya terpilih sebagai penyelenggara PON harus dibangun kesepakatan bersama yang dapat dijadikan acuan peraturan untuk bisa dirancang persiapan anggarannya. “Sejak sekarang sudah harus disiapkan Kanun yang menyatakan keinginan Aceh untuk menjadi tuan rumah. Disamping itu karena target tuan rumah salahsatunya adalah sukses prestasi, maka perlu ditetapkan besaran anggaran pembinaan untuk KONI misalnya 1,5 % per tahun” tegas Ketua Umum KONI Tono Suratman.