Foto Bersama Setelah Upacara Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.
Pengurus KONI PUSAT Tahun 2019-2023
Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Terpilih Jadi Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam acara Musornas KONI di Hotel Sultan Jakarta secara Aklamasi.
Serah Terima Jabatan Ketua Umum KONI Pusat
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Tatap Muka dengan Karyawan di Ruang Rapat Lantai. 10 Jakarta.

SUKABUMI (Selasa, 20/2/2018).  Wakil I Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno meninjau Pelatnas Sepak Takraw untuk persiapan Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus – 2 September mendatang. Dalam kunjungan di ISTC, Sukabumi, Jawa Barat itu, Suwarno memberikan arahan penting yang bertujuan untuk membakar semangtat para atlet demi meraih yang terbaik pada pesta olahraga terakbar di Asia itu.

 

Wakil I Ketua Umum KONI Pusat mengemukakan,  pada awalnya sepak takraw tidak termasuk cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Games 2018. Ini karena sepak takraw bukan termasuk cabang olahraga olimpiade.

 

Namun hal itu, kata Suwarno, tidak membuat pengurus Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) patah semangat dan berdiam diri. Pendekatan pun dilakukan dengan intensif dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA). Akhirnya melalui lobi-lobi yang cukup alot, sepak takraw diterima masuk menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games 2018.

 

Disebutkan Suwarno, salah satu alasan sepak takraw di pertandingkan karena berpotensi medali. “Karena itu, para atlet diharapkan tidak membuat kecewa para pengurus yang telah berjuang mati-matian agar sepaktakraw di pertandingkan di Asian Games,” kata Suwarno.

 

Dia berharap berharap sepak takraw dapat meraih medali emas di Asian Games 2018. Peluang ini terbuka karena selain bertindak sebagai tuan rumah, pesaing terberat juga hanya datang dari Thailand.

 

”Harapan kami sepak takraw dapat meraih medali emas di Asian Games. Para atlet harus bekerja keras untuk mewujudkan target tersebut,” ujar Suwarno di ISTC Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (18/2/2018).

 

Menanggapi hal itu Ketua Umum PSTI Asnawi mengemukakan,  sepak takraw memang berpeluang besar meraih medali emas dari nomor kuadran dan beregu. ”Saat ini saingan terberat kita hanya Thailand, sementara Korea dan Tiongkok masih di bawah kita,” kata Asnawi.

 

Untuk memenuhi target tersebut, Asnawi meminta kepada kemenpora agar menambah jumlah kuota atlet dari 10 putra menjadi 15 dan 10 putri menjadi 15. ”Kami harap dapat memenuhi permohonan kami untuk menambah kuota atlet. Karena dengan kuota yang diberikan jumlah kami pas -pasan dan tidak memiliki cadangan,” kata Asnawi. ***