Foto Bersama Setelah Upacara Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.
Pengurus KONI PUSAT Tahun 2019-2023
Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Terpilih Jadi Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam acara Musornas KONI di Hotel Sultan Jakarta secara Aklamasi.
Serah Terima Jabatan Ketua Umum KONI Pusat
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Tatap Muka dengan Karyawan di Ruang Rapat Lantai. 10 Jakarta.

(Jakarta. 23/3/2018). Wakil Ketua Umum KONI Pusat Eka Wahyu Kasih jumat 23 Maret 2018 mewakili Ketua Umum KONI Pusat membuka  Musyawarah Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) yang diselenggarakan di Hotel Santika, Jakarta. Munaslub ABTI berlangsung dari tanggal 23 hingga 25 Maret 2018 dengan Agenda  penyempurnaan AD/ART PB. ABTI serta memilih Ketua Umum masa bakti 2018-2022.

Sambutan Ketua Umum KONI Pusat yang di bacakan langsung oleh Wakil Ketua Umum KONI Pusat Eka Wahyu Kasih antara lain menyatakan bahwa beda pendapat adalah sesuatu yang wajar, namun yang terpenting adalah bagaimana meramu dan mengharmonisasikannya, menjadi sesuatu yang memperkuat komitmen PB. ABTI, dalam meraih keberhasilan sesuai Visi dan Misi yang ditetapkan.

“Saya berharap, setelah terpilih nanti, Ketua Umum bersama TIM Formatur akan menunjuk para personil yang memiliki semangat juang, untuk bersama-sama membesarkan dan memajukan olahraga bola tangan Indonesia”, ucap Eka Wahyu.

Setelah melaksanakan Munas, Mayjen TNI Dody Usodo Hargo dan Icuk Sugiarto memimpin Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB. ABTI) masa bakti 2018-2022.

Dalam Munas tersebut pemilihan Ketua Umum dilakukan dengan  musayawarah Mufakat. Hasil dalam musyawarah mufakat bahwa Mayjen TNI Dody Usodo Hargo sebagai Ketua Umum PB ABTI dan Wakil Ketua Umum PB ABTI Icuk Sugiarto.

 “Dengan kepercayaan yang didapat, saya bersama Icuk Sugiarto akan bergerak cepat untuk mengendalikan bola tangan mengingat cabang olahraga ini bakal dipertandingkan pada asian Games 2018,” ujara Mayjen TNI Dody Usodo Hargo

Selanjutnya menurut  Dody Usodo Hargo, bola tangan merupakan olahraga yang di pertandingakan di Olimpiade hanya saja Indonesia belum maksimal  di kenal oleh masyarakat olahraga kita. Maka ini semua menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. “Potensi olahraga ini sangat besar,  tidak membutuhkan lapangan besar karena  hampir sama dengan futsal. Futsal saja bisa berkembang pesat di Indonesia, oleh karena itu Bola tangan juga bisa menjadi besar,’ ungkap Dody Usodo