Foto Bersama Setelah Upacara Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.
Pengurus KONI PUSAT Tahun 2019-2023
Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Terpilih Jadi Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam acara Musornas KONI di Hotel Sultan Jakarta secara Aklamasi.
Serah Terima Jabatan Ketua Umum KONI Pusat
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Tatap Muka dengan Karyawan di Ruang Rapat Lantai. 10 Jakarta.

JAKARTA – Duet provinsi Aceh dan Sumatera Utara mencatat sejarah untuk pertama kali terpilih sebagai tuan rumah bersama  Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 setelah mengungguli dua kandidat lainnya Bali - Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan. Aceh-Sumut terpilih melalui voting dalam Musyawarah Olahraga Nasional  Luar Biasa (Musornaslub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Dalam pemilihan yang diikuti 34 KONI Provinsi itu Aceh-Sumut mendapat 24 suara. Bali-NTB meraih 8 suara. Sedangkan Kalsel hanya 2 suara.

Menurut pimpinan sidang K. Inugroho, sesuai dengan mekanisme yang berlaku maka hasil pemilihan itu akan dilaporkan kepada pemerintah yang dalam hal ini Kementrian Pemuda Dan Olahraga. Nantinya, pemerintah yang akan menentukan siapa yang menjadi tuan rumah pasti pekan olahraga nasional enam  tahun yang akan datang itu. “Kami dari pihak KONI Pusat akan melaporkan hasil Musornaslub ini kepada Menpora pekan depan. Diharapkan pemerintah segera bisa memberi keputusan sehingga daerah yang ditetapkan bisa segera melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari,” kata Inugroho usai acara pemilihan.

Inugroho yang juga Wakil IV Ketua Umum KONI Pusat itu mengaku gembira dan bangga, dalam penentuan tuan rumah PON XXI itu bisa berlangsung demokratis aman dan lancar meskipun persaingan sebelum pemilihan cukup ketat. Ini membuktikan insan olahraga bisa melaksanakan pemilihan dengan dewasa dan tetap mengedepankan persaudaraan dan seportivitas.

“Musornas juga menugaskan Aceh dan Sumut melakukan persiapan sedini mungkin dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk menyukseskan persiapan dan pelaksanaan PON XXI,” ujar Inugroho.

Setelah terpilih,  Aceh dan Sumut  langsung menyusun langkah untuk menjadi tuan rumah yang terbaik. Ketua Umum KONI Aceh Muzakir Manab menyatakan, pihaknya segera membangun sarana dan prasarana pertandingan olahraga serta mengadakan kompetisi untuk program pembinaan. "Kami sudah membebaskan tanah seluas 2500 hektare di Aceh Besar,” ucapnya.

Dalam bagian lain, Wakil Gubernur Sumatra Utara Nurhajijah Marpaung menyatakan, Sumut dan Aceh sudah melakukan koordinasi untuk mengatur tugas masing-masing. Terutama menyangkut soal pembagian tempat penyelenggaraan pertandingan cabang olahraga. “Pembukaan akan dilaksanakan di Aceh sedangkan penutupan di Sumut,” katanya.

Untuk sarana dan prasarana, ucap Nurhajijah Marpaung,  Sumut  sudah melakukan pembebasan lahan seluas 100 hektare  di Kualanamu untuk pembangunan sport centre.

Sementara itu Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman dalam sambutan mengucapkan terima kasih atas lancarnya acara pemilihan tuan rumah PON 2024. Dia berharap PON merupakan tradisi yang harus terus dilanjutkan, selain ajang olah raga juga sebagai tali silaturahmi dan menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

Deputi IV Bidang Prestasi Kemenpora, Prof Mulyana. M.Pd mengemukakan, biasanya tuan rumah PON hanya ditunjuk satu provinsi saja. Tetapi sekarang ada kebijakan untuk dibuat di dua provinsi sekaligus sebagai tuan rumah.

"Sekarang sedang digodok payung hukumnya dan siapapun yang dipilih menjadi tuan rumah PON ke 21 tahun 2024 harus respek dan tidak boleh saling sikut dan harus bisa menghargai demi kepentingan bangsa dan hajat bangsa," ujarnya.

Mulyana menjelaskan, PON merupakan akumulasi pembinaan jangka panjang dan bukan semata- mata bonus yang dicari para atlet dan aturan mengenai batasan usia dan atlet nasional tidak boleh ikut lagi di PON masih dipertimbangkan.