Foto Bersama Setelah Upacara Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.
Pengurus KONI PUSAT Tahun 2019-2023
Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Terpilih Jadi Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam acara Musornas KONI di Hotel Sultan Jakarta secara Aklamasi.
Serah Terima Jabatan Ketua Umum KONI Pusat
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Tatap Muka dengan Karyawan di Ruang Rapat Lantai. 10 Jakarta.

BANJARMASIN: Sinkronisasi program dan kegiatan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), induk organisasi cabang olahraga (cabor) dan pemerintah dari tingkat daerah hingga pusat sangat penting dalam peningkatan prestasi. Untuk itu Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengharapkan tiga pilar olahraga Indonesia ini memperkuat kolaborasi dan integrasi pembinaan dalam menciptakan atlet berprestasi.

 “Kita bisa maju kalau KONI dan cabang olahraga bisa berkolaborasi dari tingkat kabupaten atau kota sampai provinsi hingga pusat. Harus ada dulu integrasi dari daerah hingga pusat. Jangan jalan sendiri-sendiri apalagi saling melemahkan sehingga pembinaan atlet tidak bisa memenuhi harapan kita,” kata Marciano pada acara bertajuk “Peningkatan Profesional Manajemen Olahraga Dan Kapasitas Organisasi Olahraga Fungsional, Profesional Dan Prestasi” di Hotel Mercure, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (7/9/2019) malam.

Tampil untuk pertama kalinya di tanah kelahirannya setelah terpilih menjadi Ketua Umum KONI Pusat, Marciano bangga dan merasa terhormat bisa memaparkan Paradigma Baru Organisasi KONI Pusat di hadapan stakeholder olahraga yang hadir pada acara yang digagas Kementrian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora) itu. “Organisasi olahraga harus bisa melihat sumber daya – sumber daya untuk menciptakan atlet berprestasi. Mari kita dari tingkat daerah hingga pusat meneguhkan tekad untuk menunjukkan Indonesia mempunyai segudang atlet berprestasi,” ujar mantan Ketua BIN itu pada acara yang dibuka Asdep Peningkatan Tenaga Keolahragaan Kemenpora Herman Chaniago.

A well-characterized grouping of introduction of semantic examples was a fundamental starter to genuine exercise writing. The advancement of such a succession, nonetheless, was a powerful procedure that included a mind boggling cooperation of study, consultation, experimentation, and assessment. Inside level arrangement ng. Since the sounding lattice decides the monosyllabic examples, the jargon accessible for every exercise and the quantity of exercises to be contained in each level, the subsequent stage in exercise writing, after the generally speaking grouping was built up, was to produce and succession the sounding frameworks inside a level. The obligation regarding this assignment was typically accepted by a solitary author you even can go to this site and find an essay on this topic, in spite of the fact that in the bigger levels two essayists regularly filled in as a group. Writing an exercise was very not the same as writing a segment of a standard course book. It was increasingly associated, maybe, to writing a motion picture or TV content. Everything the student heard, saw, did must be characterized plainly for consistently spent at the terminal. Each show on the CRT must be unambigously determined and wanted changes in the showcase were signaled exactly with the sound messages. Shows on the projector were portrayed in adequate detail for correspondence with the specialists. The planning of projector showcases was additionally determined obviously.

Marciano yang lahir di Banjarmasin, 28 Oktober 1954, menjelaskan, dalam Terobosan Strategis KONI Pusat 2019 – 2023 Menuju Kemandirian, KONI Pusat ke depan akan mengoptimalkan sumber daya manusia menuju langkah yang profesional, modern dan mandiri. Jika tata kelola keolahragaan nasional terintegrasi dan profesional maka KONI akan mampu mandiri. “Jangan hanya tergantung pada bantuan pemerintah pusat atau daerah. Mari tunjukkan, kita bukan orang minta-minta yang jadi beban karena kita patriot-patriot bangsa,” ucap Marciano yang hadir bersama Sekretaris Jenderal KONI Pusat, TB Ade Lukman.

Dengan sumber daya manusia dan kekayaan alam yang dimiliki, menurut Marciano, Kalsel bisa menjadi kekuatan besar untuk menyumbang atlet-atlet nasional yang akan membela harkat dan martabat bangsa di tingkat dunia. Namun dia mengingatkan, Kalsel perlu memikirkan cabor unggulan seperti dayung, gulat dan menembak. Semua harus bergerak dari Kabupaten/Kota kemudian melangkah ke provinsi lalu nasional untuk selanjutkan ke forum internasional.

Pada acara yang merupakan rangkaian dari puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019 di Banjarmasin itu, Marciano menguraikan terobosan stratgis KONI 2019 – 2023 yang meliputi: Memperkuat tata kelola keolahragaan nasional secara terintegrasi dan profesional, Menggerakkan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan keolahrgaan nasional; Menyatukan segenap potensi dan kekuatan keolahragaan nasional untuk menghasilkan atlet berprestasi internasional; Membangun prestasi olahraga nasional menuju kancah internasional. *