English | Bahasa Indonesia
    
Powered by: 

BERITA

FORUM

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
 
 

Artikel

09/05/2008
Pencak Silat
Liputan Media Massa Cetak Yaman (The Yemen Times) tentang Perkembangan Bela Diri Pencak Silat di Yaman
Menunjuk perihal tersebut diatas, bersama ini dengan hormat disampaikan informasi sebagai berikut :
1.       Surat kabar berbahasa inggris, The Yamen Times, pada edisi 14 April 2008 memuat berita tentang Pencak Silat Sebuah Seni Bela Diri (kliping terlampir), dengan pokok beritanya antara lain menyebutkan bahwa Pencak Silat merupakan seni bela diri warisan leluhur yang pertama kali tumbuh di wilayah Indonesia dan kemudian tersebar dengan cepat ke negar-negar tetangga.
2.       Di tahun 1948, dua kata “pencak” dan “silat” yang berarti sama itu dilebur menjadi satu kata sekaligus menyatukan berbagai aliran yang ada dalam satu wadah perkumpulan. Menurut sejarah nusantara, seni bela diri ini digunakan untuk membela tanah air berjuang melawan kaum penjajah guna merebut kemerdekaan maupun untuk memperluas kekuasaan di jaman kerajaan-kerajaan jaman dahulu dengan menggunakan pendekar Pencak Silat sebagai tentara kerajaan.
3.       Tahun 2003, Yamen Pencak Silat Federation (YPSF) ternentuk sebagai tindak lanjut penandatangan protocol kerjasama YPSF-Persilat pada tahun yang sama. Dengan itu , Yaman menjadi Negara Arab pertama yang mempunyai federasi pencak silat resmi, sebelumnya perkembangan pencak silat di wilayah Timur Tengah masih bersifat individual seperti adanya sejumlah pemain silat di Yordania, Palestina, Kuwait, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Ketika itu, Sdr, Muhammad Ali Alfaqih, salah seorang penasehat Kementrian Pemuda dan Olahraga, ditunjuk menjadi ketu YPSF dan tahun 2004 Presiden Persilat (bapak Eddy Nalapraya) Mengukuhkannya pada saat beliau mengadakan kunjungan ke Yaman.
4.       Sejak tahun 2003, YPSF telah memulai aktifitasnya dengan mengirim sejumlah pelatih mengikuti pelatihan/training di Indonesia untuk selanjutnya membuka cabang federasi di sepuluh propinsi di Yaman. Menurut Alfaqih, dewasa ini terdapat lebih dari 300 murid Pencak Silat di Yaman. YPSF juga telah berpartisipasi pada kejuaraan dunia pencak silat yang berlangsung di Singapura dan berada di peringkat ke-5 dari 12 negara peserta.
5.       Alfaqih menyebutkan, YPSF mendapat bantuan financial sebanyak YR. 3 juta (equivalen Rp. 150 juta; 1 YR = Rp. 50) per tahun dan menurut yang bersangkutan jumlah tersebut sangat sedikit, mengingat YPSF membutuhkan dana sekurang-kurangnya YR. 20 juta per tahun guna melaksanakan kegiatan pelatihan/training dan penambahan jumlah anggota. Disebutkan bahwa sejak awal tahun 2008, cabang-cabang FPSY di daerah tidak menerima anggaran dan pakaian seragam serta pelatih Pencak Silat asal Yaman hanya menerma YR. 10 ribu per bulan. Menurutnya, dengan adanya dua pelatih dari Indonesia di Yaman, dirasakan masih dibutuhkan tambahan satu pelatih lagi.

Catatan :
6.       Saat ini, terdapat “kekisruhan” antara YPSF dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga yang menyangkut masalah pengurangan kontrak pelatih Pencak Silat asal Indonesia dari dua orang menjadi satu orang saja dengan alas an keterbatasan anggaran Kementrian. Di sisi lain, dari sumber informal dinyatakan bahwa alasan keluarnya keputusan pengurangan jumlah pelatih Pencak Silat itu hanyalah alasan untuk mengganti kedudukan Sdr. Muhammad Ali Alfaqih dari jabatannya sebagai Ketua YPSF. Namun demikian, mengingat saat ini permasalahan masih bersifat internal, KBRI belum ikut terlibat secara langsung melainkan hanya memantau perkembangannya.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Sana’a, 14 April 2008

Guangzhou 2010

71
days to go

GALLERY