English | Bahasa Indonesia
    
Powered by: 

BERITA

FORUM

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
 
 

Berita olahraga

12/03/2010
Ketua Umum KONI Rita Subowo Dinilai Mampu Luaskan Praktik Etika Kepedulian
MI: Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr H Sudijono Sastroatmodjo MSi mengatakan Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo, merupakan pribadi yang mampu meluaskan praktik etika kepedulian yang secara alami melekat pada diri seorang perempuan.

"Ibu Rita Subowo mampu melampaui batas-batas kepentingan domestik hingga mencapai kepentingan bangsa dan negara," katanya pada penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) untuk Rita Subowo di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/3).

Menurut dia, yang bersangkutan telah mengabdikan diri di bidang olah raga dan pembangunan sosial pada umumnya. "Beliaulah inisiator Asian Beach Games (ABG) di Bali 2008 yang mampu mengharumkan nama Indonesia setelah hampir sati dekade ini didera isu-isu terorisme," katanya.

Hal lain yang patut diteladani dari yang bersangkutan, menurut rektor, adalah kenyataan bahwa beliau adalah perempuan pertama di Indonesia yang menduduki jabatan Ketua KONI. Ia mengakui, sepintas mungkin kenyataan tersebut berkaitan dengan menguatnya isu gender dan peran publik perempuan.

"Tetapi dapat kita pastikan laki-laki atau perempuan tidak akan pernah sampai pada jabatan bergengsi ini tanpa jejak rekaman yang bersih dan kapabilitas yang mumpuni," katanya.

Ia menambahkan, dalam dunia pewayangan khususnya Baratayudha maka beliau dapat ditempatkan sebagai sosok Srikandi. Dalam dunia nyata seringkali secara tidak adil menempatkan kaum perempuan dan Srikandi adalah sosok yang pada awalnya tidak diperhitungkann dalam konstelasi jagad politik pewayangan.

Dalam pewayangan, lanjut dia, politik kaum laku-laki yang menempatkan kaum perempuan dalam posisi marginal. Di tengah kecamuk perang saudara Kurawa melawan Pandawa yang tidak jelas kapan berakhirnya, tampillah Srikandi yang mampu membunuh Bisma (Raja Kurawa) sehingga pangkal permasalahan sedikit-demi sedikit terurai.

Menurut dia, Rita Subowo menempatkan olah raga dalam spektrum yang sangat luas, bukan saja terbatas pada olah raga sebagai sebuah permainan dan unjuk ketrampilan fisik. Tetapi, lanjut dia, olah raga ditempatkan sebagai sarana ekspresi nilai dan budaya luhur umat manusia seperti kepemimpinan dan perdamaian dunia.

Ia mengatakan, patut disayangkan di Indonesia yang mengakui diri sebagai bangsa yang mewarisi tradisi dan budaya adiluhung, tetapi merasa khawatir setiap kali memasuki arena pertandingan sepak bola.

Oleh karena itu, kata dia, ini menjadi tantangan yang bersangkutan untuk mengejawantahkan nilai-nilai olimpism sebagai dasar bagi karakter, martabat, dan keutuhan bangsa. (Ant/OL-03)

Summer Youth Olympic Games

16
days to go

GALLERY