Kejurnas Virtual Judo Secara Virtual Siap Digelar

Cabor Judo di Indonesia tak menyerah kondisi pandemi yang belum usai. Pembinaan prestasi tetap dilakukan dengan penyesuaian tertentu supaya olahraga tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19. Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB.PJSI) merencanakan kejuaraan nasional (Kejurnas) secara virtual.

Kejurnas akan digelar pada Sabtu, 7 November 2020 dengan mempertandingkan 2 kategori KATA yaitu  NAGENO KATA DAN JU NO KATA. Tujuan Kejurnas kali ini adalah memotivasi atlet, pelatih dan pengurus PJSI yang selama pandemi Covid-19 belum dapat bertanding secara faktual.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman dan juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali diharapkan hadir pada upacara pembukaan Kejurnas tersebut. Panitia sebutkan telah mengirimkan undangan yang mengharap kehadiran keduanya.

Sebanyak 8 Pengprov sudah konfirmasi akan mengirim kontingen peserta akan bertanding, yakni PJSI Jawa Tengah, PJSI Papua, PJSI Jawa Timur, PJSI Sulsel, PJSI Kalimantan Timur, PJSI DKI Jakarta, PJSI Jawa Barat, dan PJSI D I Yogyakarata. Ada juga 4 peserta eksibisi seperti PJSI Kalsel, PJSI Bali, PJSI Sumut, dan PJSI Banten.

Panitia mengakui tidak banyak pengprov turut serta karena peraturan internasional tentang syarat peserta kejuaraan KATA. Merujuk pada peraturan internasional, peserta KATA minimal pemegang Sabuk Hitam DAN I PJSI.

Tingginya animo membuat panitia menggelar eksibisi. “Karena banyaknya animo dari pengprov yang ingin ikut tetapi atletnya belum pemegang DAN I PJSI, maka PB.PJSI mempersilahkan pengprov tersebut ikut tetapi keikutsertaanya sebagai eksibisi saja”, kata wakil ketua panitia yang juga mantan atlet Judo, Perry Pantouw.

Persiapan

Terkait persiapan, Perry jelaskan bahwa persiapan Kejurnas ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu. “Saat ini sudah memasuki tahap  99%”, kata Perry Pantouw.

Dari sisi juri, PB.PJSI telah siapkan 5 orang juri yang bersertifikasi. Bahkan diantaranya terdapat 2 orang juri dengan sertifikasi internasional. “Para Juri akan melakukan penilaian dari tempatnya masing-masing saat bertugas”, terang Perry. Panitia juga terapkan aturan untuk para Juri, mereka diwajibkan menonton dengan layar minimal 32 inch supaya dapat menyaksikan gerakan atlet dengan jelas.

Koneksi juga diantisipasi dengan mewajibkan adanya cadangan internet. “Diwajibkan mempunyai cadangan internet untuk menghindari terputusnya jaringan internet utama”, tambahnya.