Kejuaraan Esports Piala KONI 2020 Segera Digelar

Kejuaraan Esports Piala KONI 2020 digelar dalam rangka pembinaan atlet Esports. Kegiatan bertajuk “Jadi Juara Nasional” tersebut didukung karena Esports adalah salah satu cabor yang dapat digelar di masa pandemi Covid-19. Meski di tengah pandemi, pertandingan Esports dapat tetap dilakukan tanpa berdampak pada penyebaran virus karena mayoritas pertandingan digelar secara virtual.

Pada 6 November, panitia menggelar Konferensi Pers terkait Kejuaraan Esports Piala KONI 2020. Konferensi Pers tersebut dilakukan secara virtual. Peserta kegiatan tersebut dapat hadir serta mengajukan pertanyaan di akun Youtube ‘PB ESI’.

Sekjen PB.Esport Franky memberikan sambutan pertama pada Konferensi Pers tersebut. “Kami selaku dari PB.ESI mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dari Kemenpora dan KONI Pusat yang telah percayakan kami menyelenggarakan Piala KONI 2020”, katanya. Ia sampaikan tekad PB.Esports yang ingin membawa Indonesia menjadi yang terbaik di Asia.

“Kompetisi dibuka untuk seluruh Indonesia”, jelasnya tentang kejuaraan yang akan digelar. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu pembinaan atlet Esports Indonesia.

Ketua Umum KONI Pusat Berharap Piala KONI 2020 Memotivasi Masyarakat

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman memberikan sambutan pertama pada kegiatan tersebut. Marciano sampaikan bahwa pemerintah telah memberikan dukungan luar biasa pada penyelenggaraan Kejuaraan Esports Piala KONI 2020. Oleh karenanya, Ketua Umum KONI Pusat memberikan penghormatan, rasa bangga sekaligus terima kasih kepada Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang dipimpin Zainudin Amali.

Marciano berharap kompetisi yang akan berlangsung akan memotivasi masyarakat. Penyelenggaraan kompetisi olahraga Esports yang dapat digelar di tengah pandemi Covid-19 diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat luas. Ia berharap masyarakat Indonesia dapat bangkit dari ketakutan berlebih akibat pandemi.

“Kegiatan ini merupakan suatu sarana untuk memberikan semangat masyarakat Indonesia lainnya”, harapnya. Keberadaan kompetisi tersebut juga diharapkan berdampak pada olahraga prestasi lainnya. “Menjadi tonggak sejarah kebangkitan kembali prestasi olahraga nasional Indonesia yang dapat dikuti berbagai cabang olahraga lainnya”, katanya.

Selain itu, Ketua Umum KONI Pusat juga mengapresiasi PB.Esports yang masih tergolong organisasi baru. “Saya memberikan apresiasi kepada PB.Esports Indonesia yang memulai kegiatannya dengan cepat setelah menjadi anggota KONI Pusat”, ujar Marciano memberikan pujian.

Deputi IV Kemenpora Puji Singgung Pertumbuhan Industri Olahraga Esports yang Tinggi

Kemudian perwakilan Kemenpora yang hadir memberikan sambutan adalah Chandra Bhakti, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga. Chandra memandang Esports sebagai olahraga yang sedang berkembang dengan potensi industri olahraga tinggi. “Saat ini Esports menjadi olahraga yang booming di kalangan Milenial”, katanya.

Chandra juga menjelaskan bahwa potensi industri olahraga yang besar dari Esports dilihat dari animo penggemarnya. Hal tersebut diukur dari peningkatan jumlah penonton. Chandra jelaskan bahwa peningkatan penonton Esports terus terjadi, pada 2017 penonton sebanyak 335 juta, naik menjadi 395 juta setahun berikutnya dan terakhir pada 2019 menjadi 454 juta.

Dengan adanya Kejuaraan Esports Piala KONI, Kemenpora berikan pujian kepada Ketua Umum KONI Pusat dan Ketua Umum PB.Esports. “Kami sangat mengapresiasi khususnya Ketua Umum KONI dan Ketua Umum PB.Esports yang selenggarakan Kejuaraan Esports Piala KONI 2020”, katanya. Ia berharap kegiatan tersebut akan menghasilkan atlet terbaik. “Semoga lahirkan atlet Esports yang banggakan bangsa dan negara”, doanya pada akhir sambutan.

Pertandingan Piala KONI 2020: Free Fire

Selanjutnya giliran Kepala Bidang Atlet, Prestasi dan IT PB.Esports Indonesia Ricky Setiawan yang memberikan paparan. Kejuaraan bertajuk “Jadi Juara Nasional” akan mempertandingkan tim profesional dan tim komunitas. Cakupan yang bertanding juga tingkat nasional yang dibagi menjadi wilayah barat & timur. Peserta akan memperebutkan total hadiah Rp 200.000.000,- jika menjuarai pertandingan Free Fire.

Berikut timelinenya:

  • Registrasi akan dibuka pada 8 – 12 November
  • Kualifikasi digelar 17 – 22 November
  • Grand Final dilaksanakan pada 28 – 29 November