Labosport Siap Dukung Sarpras Olahraga di Tanah Air menjadi Standar Internasional

Pembicara hadir secara virtual

Dalam pembinaan olahraga prestasi, peran sarana dan prasarana adalah hal yang sangat penting untuk mendukung prestasi atlet. Baik latihan maupun kompetisi membutuhkan sarana dan prasarana pendukung yang baik. Terlebih lagi jika ingin menggelar kegiatan olahraga tingkat internasional maka sarana dan prasarana juga dibutuhkan dengan standar internasional.

Indonesia sendiri belum optimal dalam membangun sarana dan prasarana yang berstandar internasional. Alhasil ketika dikaitkan menjadi tuan rumah ajang internasional, sarana dan prasarana yang belum sesuai standar federasi internasional menjadi kendala. Maka dari itu, kesadaran akan pentingnya standarisasi yang baik perlu dibangun.

Pembahasan tentang sarana dan prasarana digelar sebagai materi terakhir pada hari kedua Focus Group Discussion (FGD) Pedoman Pembinaan Prestasi Olahraga Nasional. Pembicaranya adalah Olivier Ducroqco dari Labosport yang dipandu oleh Bendahara Umum KONI Pusat, Vivin Cahyani. Olivier yang berada di Thailand hadir secara virtual pada FGD yang digelar Kemenpora dan KONI Pusat.

Vivin berharap kesadaran membangun venue dengan standar internasional dibangun untuk meningkatkan kualitas, stabilitas dan durabilitas venue. Dengan sarana dan prasarana olahraga yang baik maka Indonesia akan dapat menjadi tuan rumah event internasional.

Labosport

Labosport adalah konsultan independen terbesar di dunia dalam bidang sarana dan prasarana olahraga. Misi dari Labosport sendiri adalah meningkatkan kualitas infrastruktur olahraga di dunia. Lebih dari 80% venue dengan standar internasional di dunia ini berdiri berkat keterlibatan Labosport.

Konsultan yang merupakan mitra KONI Pusat tersebut akan membantu tertibnya sertifikasi sarana dan prasarana bahkan dengan standar internasional. Hal tersebut menjadi kebutuhan ketika merencanakan menggelar event internasional.

Cara Kerja

Labosport adalah laboratorium penelitian yang digunakan oleh federasi internasional yang mana akan menerbitkan sertifikasi. Pihak Labosport melakukan penelitian dan melaporkan kepada pemberi sertifikasi bahwa sarana dan prasarana sudah sesuai dengan standar. Hasil laporan penelitian Labosport menjadi dasar federasi internasional menerbitkan sertifikasi.

Sertifikasi yang diterbitkan biasanya berlaku 1 sampai 5 tahun yang dapat diperpanjang dengan inspeksi ulang oleh Labosport. Selain itu, Labosport juga akan memberikan supervisi, edukasi dan bimbingan agar ketahanan dari kualitas fisik dapat bertahan lama.

Jenis Sertifikasi

Adapun sertifikasi terdiri dari beberapa tingkat. Tertinggi adalah standar internasional yang mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan oleh federasi internasional, misalnya FIFA dalam sepak bola. Kemudian sertifikasi tingkat regional serpeti Uni Eropa dan ada juga sertifikasi nasional.

Di samping itu, tidak hanya kualitas fisik yang penting untuk saat ini. “Penampilan sama pentingnya dengan kualitas performa fisik”, ujar Olivier. Menurutnya, tampilan venue harus baik agar ketika disiarankan lebih menarik penonton.

Labosport di Indonesia

Saat ini Labosport telah membantu sertifikasi beberapa sarana dan prasarana olahraga di Indonesia. Beberapa venue untuk Piala Dunia U-20 sepak bola telah mengajukan diri untuk diinspeski. Selain itu, trek lari di ragunan juga didukung oleh Labosport sertifikasinya. “Indonesia dapat memiliki sarana dan prasarana internasional terbaik di Asia Tenggara”, jelasnya.