Ketua Umum KONI Pusat Berkunjung ke Kediaman Ellyas Pical

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman berkunjung ke salah satu legenda olahraga Indonesia yang merayakan Hari Natal 2020. Ia adalah Ellyas Pical, Legenda tinju yang dimiliki Indonesia yang merupakan juara dunia era tahun 1980-an. Pria asal Saparua ini telah mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia karena prestasinya.

Marciano yang didampingi Wakabid Binpres Drs.Effendi Soen dan Wakabid Media & Humas Tirto Prima Putra diterima baik oleh keluarga Ellyas Pical. Petinju yang akrab disapa Elly didampingi istri dan salah satu dari dua putra mereka. Di awal kunjungan, Ketua Umum KONI Pusat langsung melihat koleksi sabuk yang dimiliki suami drg.Rina Siahaya Pical.

Selanjutnya, Ketua Umum KONI Pusat berbincang santai dengan keluarga Ellyas Pical dan juga mantan juara dunia tinju Chris John yang hadir secara virtual. Kedua mantan juara dunia tinju tersebut saat ini dipertemukan di KONI Pusat. Baik Chris John maupun Ellyas Pical masih berbakti dan berupaya untuk kemajuan olahraga Indonesia.

Perbincangan santai antara Ketua Umum KONI Pusat dan dua mantan juara dunia tinju menghasilkan sebuah gagasan. Jika Pandemi Covid-19 sudah usai, ketiganya berencana akan kunjungi sasana-sasana untuk memotivasi atlet muda. “Saya ingin lahir lagi Ellyas Pical dan Chris John yang baru”, kata Marciano yang merupakan penggemar olahraga tinju.

Elly menegaskan bahwa untuk menjadi juara dunia harus memiliki tekad yang kuat dalam mempersiapkannya. “Kalau kita mau jadi juara kita harus sungguh-sungguh, kalau biasa-biasa mau jadi juara bagaimana? Kita harus susah dulu baru senang”, tegas Elly.

Sang Legenda juga berharap generasi muda petinju saat ini dapat memiliki tekad kuat. “Saya mengharapkan petinju yang ada sekarang harus bekerja keras, harus berjuang betul-betul, berlatih dan semangat untuk berjuang, untuk nama bangsa dan negara, untuk Indonesia dan Tanah Air”, katanya jelaskan harapan.

Ternyata Ketua Umum KONI Pusat mengidolakan Elly dengan sederet prestasi gemilangnya dulu. “Beliau adalah petinju yang betul-betul saya idolakan, saya sangat bangga punya petinju seperti Ellyas Pical yang juara dunia”, kata Ketua Umum KONI Pusat. Marciano juga berharap Elly dapat memotivasi petinju muda agar dapat menjadi juara dunia. “Saya berharap Ellyas Pical bisa menyemangati petinju-petinju junior untuk bisa mengikuti jejaknya menjadi juara dunia”, ujarnya.

Ellyas Pical di Mata Keluarga

Rina Siahaya Pical menjelaskan kebanggaannya kepada Sang Suami yang berprestasi. “Dengan menjadi juara dunia beberapa kali, itu merupakan kebanggaan untuk Elly sendiri, kebanggaan buat saya, kebanggaan untuk kami sekeluarga”, katanya.

Ibu yang berprofesi sebagai dokter gigi tersebut juga jelaskan bahwa semangat juara Elly masih ada hingga saat ini. Sang istri jelaskan bahwa suaminya pernah menyusuri tangga dari lantai dasar hingga lantai 12 tempat Elly bekerja.

“Itu dari kantor dia naik dari lantai pertama ke lantai 12 dengan tangga biasa”, kata Rina. Elly naik tangga pada saat usianya tak muda lagi, yakni 60 tahun.

Selain itu, pada sekitar tahun 2000-an, Elly sempat menjalani laga uji coba di Pontianak, Kalimantan Barat. Kala itu, Elly menghadapi pemuda yang digadang-gadang seperti dirinya. Rina terangkan bahwa petinju muda tersebut dilatih seperti Elly dulu, bahkan memiliki pukulan tangan kiri juga.

Petinju muda tersebut berhasil mendominasi Elly yang sudah sangat senior kala itu. Pendukung petinju muda yang penuhi arena pertandingan bersorak senang menyaksikan dominasi terhadap Elly.

Pada jeda menuju ronde ke-6, Rina naik menuju sang suami. “Elly, ini sudah ronde ke-6”, katanya mengingatkan suaminya. Lonceng tanda ronde dibunyikan dan Rina pun bertolak kembali ke tempatnya duduk. “Belum saya sampai tempat duduk, Elly telah menang KO. Itu cepat sekali, waktu antara lonceng dibunyikan sampai saya ke tempat duduk yang dekat”, katanya menjelaskan Elly masih konsisten menjaga kemampuannya.

Pukulan yang membuat tuan rumah KO tersebut membuat pendukung petinju muda yang dirahasiakan namanya tersebut sontak kaget. Elly dan istri langsung dijaga pihak keamanan setempat agar terlindung dari ketidakpuasan penonton.