Erat dengan Budaya Melayu, Sepak Takraw Harus Tersosialisasi di Seluruh Indonesia

Pada 3 Februari 2021, kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menjadi tempat pelantikan Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB.PSTI) masa bakti 2021-2025. Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman melantik Asnawi Abdul Rahman dan jajarannya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Pusat berharap kepengurusan yang dipimpin Asnawi memiliki motivasi lebih dalam mengembangkan pembinaan olahraga. Kedekatan sepak takraw dengan budaya Melayu harus menjadi motivasi untuk PB.PSTI membawa sepak takraw Indonesia unggul di dunia.

Di samping menekankan agar kepengurusan yang dipimpin Asnawi dapat merangkul kubu yang sempat bersaing pada Munas, Marciano tegaskan pentingnya memasyarakatkan olahraga sepak takraw. “Sepak takraw harus tersosialisasi dengan baik ke pelosok tanah air sehingga ke depan PB.PSTI pasti mendapatkan bibit yang akan menjadi atlet unggulan,” katanya.

Dr.Samsudin

Pada pelantikan hadir pula Staf Ahli Bidang Hukum Olahraga Kemenpora Dr.Samsudin yang mewakili Menpora. Ia sampaikan bahwa sepak takraw memiliki potensi besar. Samsudin terangkan bahwa sepak takraw dapat dikembangkan sesuai dengan tiga tema Haornas 2020 yakni Sport Science, Sport Industry dan Sport Tourism. “Luar biasa karena ini budaya Melayu,” katanya menyebutkan alasan besarnya potensi sepak takraw.

Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi PB.PSTI, Sofyan Hanif menjelaskan program yang dapat memasyarakatkan olahraga sekaligus implementasikan tiga tema Haornas. Pihaknya merencanakan Festival Kid Takraw untuk sosialisasikan sepak takraw pada anak. Dalam program tersebut terdapat penyesuaian seperti bola yang tidak keras. Program tersebut diharapkan dapat berhasil memasyarakatkan sepak takraw ke generasi muda hingga pelosok.