Sosok Penting Di Balik 14 Emas Pencak Silat Asian Games 2018 Wafat, Masyarakat Olahraga Prestasi Berduka

Masyarakat olahraga prestasi Tanah Air berduka karena ditinggal salah satu tokoh pencak silat nasional yakni, Ir.Taslim Azis. Pria kelahiran Ambon 23 Juni 1964 ini dikabarkan meninggal pada 28 Februari 2021 pukul 23:00 WIB karena serangan jantung.

Almarhum terkena serangan jantung tak lama pasca latihan silat, sekitar pukul 21:30 WIB. Ketika Taslim sedang meminum teh, mantan anggota DPR RI PAW Tahun 2019 ini pun tiba-tiba terjatuh.

Almarhum telah dimakamkan di Pemakaman Umum Tanah Kusir pada siang hari tanggal 1 Maret 2021 setelah disemayamkan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Prosesi pemakaman

Kepergiannya merupakan kehilangan besar untuk dunia olahraga prestasi Indonesia. Taslim adalah Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB.IPSI) hingga ia menghembuskan nafas terakhir. Pada Asian Games 2018, Taslim berjasa atas capaian Tim Pencak Silat meraih 14 medali emas.

Semasa aktif menjadi atlet, almarhum juga berprestasi. Taslim Azis sempat menjadi juara pada SEA Games XVII 1993 di Singapura. Ia juga meraih medali emas pada World Championship pada 1992 dan 1994.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman menyampaikan rasa duka dan kehilangan yang mendalam. “Kepergian Bapak Taslim Azis merupakan kehilangan besar bagi masyarakat olahraga prestasi Tanah Air, beliau berjasa besar bagi cabor Pencak Silat, cabor asli Indonesia,” katanya. “Bahkan hingga akhir hayatnya, almarhum masih turut serta latihan Pencak Silat,” tambahnya mengapresiasi dedikasi almarhum.

Mewakili masyarakat olahraga prestasi nasional, Ketua Umum KONI Pusat mendoakan almarhum. “Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni dosa-dosanya dan dibalas atas semua kebaikan serta dedikasi yang pernah Almarhum berikan kepada bangsa dan negara melalui olahraga Pencak Silat,” doanya.

“Selamat jalan Pendekar Silat Kebanggaan Indonesia, jasamu akan selalu kami kenang dan memotivasi para atlet silat untuk meraih cita-cita,” sambungnya.