Rapat Terbatas, Menpora Sampaikan Arahan Presiden terkait Olahraga Nasional

Hari ini, Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas terkait dua agenda olahraga nasional. Pertama adalah Desain Besar Olahraga Nasional (Grand Design Olahraga Nasional) dan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI tahun 2021 di Papua. Menpora Zainudin Amali memberikan keterangan pasca Ratas dengan presiden.

Desain Besar Olahraga Nasional

Zainudin Amali sampaikan bahwa Indonesia baru memiliki Desain Besar Olahraga Nasional. Sebelumnya, acuan pembinaan olahraga prestasi belum ada walau Indonesia sudah merdeka puluhan tahun. “Selama ini kita belum mempunyai desain, khususnya untuk pembinaan prestasi olahraga nasional. Usia negeri ini sudah 76 tahun tapi kita belum mempunyai desain besar,” katanya.

Desain besar adalah arahan presiden kepadanya ketika dipercaya mengemban amanah sebagai Menpora. “Perintah beliau ketika itu kepada saya sebagai Menpora, kami segera menyusun desain besar tentang olahraga nasional, tentu dengan kerja sama stakeholder lainnya dengan KONI dan National Paralympic National (NPC)”, terangnya.

Presiden Jokowi menerima desain besar yang disiapkan Kemenpora. “Desain besar yang kami sampaikan ini dari hulu ke hilir, dari sejak kebugaran masyarakat yang menjadi sumber potensi talenta untuk atlet-atlet nasional, di samping itu juga kami merencanakan akan membuat 10 sentra pemusatan latihan di beberapa daerah, tentu kita sesuaikan dengan potensi yang ada dan yang paling mendasar adalah potensi talenta ketika di sekolah dasar,” jelas Menpora tentang konsep Grand Design.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga mendukung pembinaan olahraga di sekolah. “Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga memberikan respons yang sangat luar biasa positif, dia akan melakukan tugasnya sesuai dengan apa yang ada dalam desain besar ini,” jelasnya. Menpora terangkan bahwa sentra pemusatan latihan untuk anak-anak yang memiliki potensi dan sudah terpilih ketika SMP atau setingkatnya, saat SMA atau setingkatnya mereka yang bertalenta akan didorong ke Cibubur.

Menpora akui proses tersebut panjang. “Menurut para pakar, minimal dibutuhkan waktu 10 tahun atau kira-kira 10.000 jam untuk bisa menuju prestasi,” katanya. Ia juga menyinggung terkait Indonesia tuan rumah Olimpiade. “Dalam Desain Besar ini kami menargetkan untuk 2032 itu kita berada pada posisi 10 besar,” harapnya.

Terkait kebutuhan dukungan anggaran dan infrastruktur, Menpora mendapatkan arahan dari Presiden untuk dirumuskan lagi. “Nanti tentu ada, akan lahir keputusan dari Pak Presiden,” tandasnya.

Pekan Olahraga Nasional XX 2021 di Papua

Agenda kedua Ratas hari ini adalah terkait penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI tahun 2021 di Papua. Gubernur Lukan Enembe yang hadir di Ratas sampaikan penyelenggaraan multievent nasional tersebut sudah siap jika pelaksanaannya sesuai jadwal yakni tanggal 2 – 15 Oktober 2021.

“Kita belajar dari Olimpiade Tokyo yang nanti akan dilakukan beberapa bulan ke depan.” terang Menpora terkait metode penyelenggaraannya antara normal, tanpa penonton atau penonton terbatas.

Presiden juga arahkan agar PON XX tidak ditunda lagi. “Arahan bapak presiden karena ini sudah siap Kita akan lakukan pada tahun 2021 ini, tidak ada penundaan , pon,  karena ini sudah sempat kita tunda pada tahun 2020.

Selain itu, Presiden berharap agar vaksinasi diberikan kepada semua yang terlibat di PON XX 2021. “Arahan Pak Presiden seluruh kontingen akan divaksin baik atlet, pelatih, ofisial tenaga pendukung, bahkan juga Bapak Presiden mengarahkan masyarakat di sekitar venue itu harus di divaksin,” ujarnya.

“Saya kira saya juga optimis bahwa nanti pada saatnya itu sudah tervaksin semuanya,” tegas Menpora.