Walikota Jayapura Tegaskan PON XX Pertaruhkan Harga Diri Papua

Setelah hadir ke Kantor Bupati Jayapura, peserta CdM Meeting II sambangi Kantor Walikota Jayapura untuk ikut kegiatan penyambutan yang telah disiapkan Sang Walikota. Di halaman kantor, Walikota Jayapura Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, M.M menyambut peserta.

Dengan komitmen besar ia berambisi sukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON). Pasalnya, PON menjadi pertaruhan harga diri masyarakat Papua. “Jangan bikin malu orang Papua, harga diri kita mahal,” ajaknya kepada Masyarakat Papua. “Kami ingin mereka datang, dengan senang hati kami layani mereka,” ujarnya.

Benhur merangkul berbagai tokoh adat, bahkan juga dari luar Papua. Beberapa perwakilan adat hadir untuk turut menyambut tamu Kota Jayapura. “Saya menyambut tamu-tamu saya dari 33 provinsi, kami lengkap dari sisi keamanan, adat dan lain sebagainya,” katanya.

Walikota Jayapura juga singgung tentang kearifan lokal yang diabadikan menjadi nama venue. Salah satu nama adalah Youtefa menjadi nama lapangan tenis di depan kantor Walikota Jayapura. Benhur sampaikan nama tersebut bahkan sudah disetujui Presiden Joko Widodo.

Di samping beberapa laporan, Benhur juga sampaikan kritik. Benhur berharap ada peningkatan koordinasi untuk sukseskan PB.PON XX. Adapun koordinasi antara seluruh pihak yang bertanggung jawab atas PON XX saat ini dirasakan kurang memuaskan. Ia tak ingin saling menyalahkan jika ada kendala.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman memberikan apresiasi kepada Walikota Jayapura. “Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Walikota Jayapura karena kejujurannya menyampaikan kendala yang dihadapi,” katanya.

Menurutnya, kejujuran yang disampaikan Benhur akan menjadi bahan evaluasi dengan tujuan membuat persiapan PON XX 2021 lebih matang. KONI Pusat akan berupaya menjembatani komunikasi antar pihak.