Ketum KONI Pusat Bangga Lifter Putra Indonesia Kembali Pecahkan Rekor di Kejuaraan Dunia

Bendera Merah Putih kembali dikibarkan diiringi Lagu Indonesia di ibu kota Uzbekistan, Tashkent pada 26 Mei 2021. Hal tersebut terjadi lantaran prestasi yang ditorehkan atlet angkat besi kebanggaan Indonesia, Rizki Juniansyah. Lifter berusia 18 tahun tersebut meraih 3 medali emas pada nomor 73 kg di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior yang digelar tanggal 21 – 31 Mei 2021.

Selain menyusul beberapa Lifter putri mempersembahkan medali untuk Indonesia, Rizki kembali pecahkan rekor dunia. Ia berhasil melakukan Snatch dengan berat 155 kg, Clean & Jerk 194 kg dan total angkatan 349 kg.

Sebelumnya rekor tersebut sempat dimiliki Clarence Cummings dari Amerika Serikat dengan Snatch 154 kg, Clean & Jerk 193 kg dan total angkatan 347 kg. Lifter Amerika tersebut pecahkan rekor di La Habana, Kuba saat Pan American Championship tanggal 27 Juni 2021. Informasi tersebut dikonfirmasi Hadi Wihardja, Binpres Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB.PABSI).

Atas prestasi yang diraih Rizki, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman sampaikan kebanggaannya. “Prestasi Rizki Juniansyah sangat membanggakan,” tegasnya.

Marciano juga ingat bahwa kurang dari satu tahun lalu, Rizki juga memecahkan rekor. “Ini bukan yang pertama kalinya Rizki memecahkan rekor, pada IWF Online Youth World Cup 2020 (Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja 2020) yang digelar pada tanggal 11-18 November 2020, ia juga pecahkan rekor,” terangnya.

“Rizki menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mencetak atlet unggulan di dunia. Sukses untuk PB.PABSI dan terima kasih untuk seluruh atlet, pelatih, dan pengurus yang telah bekerja keras,” sambungnya.

Wakil Ketua Umum PB.PABSI, Mayjen TNI Mar (Purn.) Djoko Pramono bersyukur atas prestasi yang diraih oleh atlet binaan Pelatnas di Kwitang, Senen, Jakarta. “Semua keberhasilan memerlukan kerja keras dan program yang benar. Alhamdulillah bahwa kerja keras kita sudah mulai memperlihatkan hasil,” katanya beryukur upaya PB.PABSI telah menghasilkan prestasi.

Djoko pun bangga bahwa atlet youth dan juniornya sudah memiliki kapasitas dan mental untuk bersaing di kancah internasional. “Atlet youth dan junior kita sudah berani dan berhasil bersaing di kancah dunia,” ujarnya sambil menekankan agar tak cepat puas dengan hasil serta tetap menjaga konsistensi.

Sebanyak sembilan atlet yang dikirim ke Uzbekistan adalah atlet muda. Djoko sampaikan rata-rata usia mereka di bawah 18 tahun. Menurutnya, para atlet muda harus siap menerima estafet dari atlet senior. “Kalau yang muda tidak kita siapkan, maka akan ada kekosongan, yang mana membahayakan dunia olahraga, membahayakan Merah Putih,” jelasnya.