Ketum KONI Pusat Usulkan Liga Tarung Derajat Pasca Lantik Bamsoet sebagai Ketum PB.KODRAT

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman melantik Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB.KODRAT) Bambang Soesatyo S.E., M.B.A di Night Park Bengkel Cafe, Jakarta pada 20 Juni 2021. Tokoh pencipta Tarung Derajat, yakni Haji Achmad Dradjat hadir menyaksikan pelantikan tersebut.

Bamsoet menjadi Ketua Umum PB.KODRAT masa bakti 2021-2025, menggantikan Hary Tanoesoedibjo berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar pada April 2021. Peserta Munas sepakat secara aklamasi memberikan amanah kepada Bamsoet.

Di bawah kepemimpinan Bamsoet, Marciano berharap cabang olahraga asli Indonesia ini akan maju. “Sebagai bela diri yang memang kita banggakan, saya menyarankan kepada ketua umum (Bamsoet) membuat Liga Tarung Derajat sehingga kompetisinya teratur dan atlet-atlet daerah bisa ikut dan juga masa depan atlet makin baik,” katanya.

Kompetisi tak hanya bermanfaat untuk pembinaan olahraga prestasi namun juga bermanfaat terutama untuk pelaku olahraga. “Ke depan kita bisa menyaksikan Liga Tarung Derajat di televisi setiap saat dimana saja,“ sambungnya berharap para pelaku olahraga Tarung Derajat dapat lebih sejahtera karena bela diri yang dicintainya.

Tarung Derajat sendiri memiliki nilai yang cocok untuk ditanamkan dalam diri seseorang menurut Ketua Umum KONI Pusat. “Saya beberapa puluh tahun lalu, saat saya komandan batalion, saya melihat bahwa Tarung Derajat adalah bela diri yang paling cocok untuk prajurit TNI karena atlet-atlet Tarung Derajat dilatih secara keras, disiapkan fisik dan mentalnya. Insya Allah selalu dapat menjaga kehormatan dimanapun mereka berada,” terang Marciano ceritakan pengalamannya.

Selain itu, Tarung Derajat merupakan salah satu dari 37 Cabor yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Papua, tepatnya di GSG Emeneme Joware Kabupaten Mimika. PON XX nanti menjadi momentum Tarung Derajat dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia.

Ketua Umum PB.KODRAT tegaskan akan berupaya melestarikan Tarung Derajat bahkan menargetkan tingkat dunia. “Saya berkomitmen menjaga kelestarian olahraga bela diri Tarung Derajat dan memajukan ke berbagai negara agar Tarung Derajat semakin mendunia,” tegas pria yang juga Ketua MPR RI.

Prioritas kepemimpinannya yang terdekat adalah membentuk pengurus provinsi (Pengprov) di seluruh Indonesia. “Tugas saya adalah memperluas ke provinsi, sekarang baru 24 dan saya akan membentuk 10 provinsi lainnya,” tandasnya.

Selebritas Atta Halilintar yang hadir mengapresiasi langkah Bamsoet dalam memasyarakatkan olahraga Tarung Derajat. “Seneng banget Babe Bamsoet ini punya gerakan baru, jadi anak-anak di luar sana yang gak tahu Tarung Derajat kaya aku gini jadi tahu banget, diajak untuk join bareng bagaimana kita bisa sama-sama untuk menaikkan olahraga Tarung Derajat,” terang suami Aurel Hermansyah sambil memuji penampilan atlet-atlet Tarung Derajat yang uji kebolehan pasca pelantikan digelar.

Sekilas tentang Tarung Derajat

Tarung Derajat adalah bela diri yang diciptakan dan dirintis oleh Achmad Dradjat. Pria kelahiran Garut 18 Juli 1951 menciptakan Tarung Derajat dengan pengalamannya bertarung di jalanan pada sekitar tahun 1960-an di Bandung. Akhirnya, Bandung menjadi tempat deklarasi bela diri Tarung Derajat tanggal 18 Juli 1972.

“Tarung Derajat adalah bela diri ciptaan, Guru Haji Achmad Dradjat yang dikenal dengan panggilan AA Boxer, berdasarkan hasil renungan dan pengalamannya dimasa remaja yang mengalami kekerasan fisik dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” terang Wakil Ketua II PB.KODRAT Noves Narayana yang membawahi bidang prestasi, diklat dan pertandingan.

 “Tarung Derajat adalah ilmu bela diri yang mempelajari dan melatih anggota tubuh agar dapat bereaksi secara praktis dan efektif dengan daya gerak,” sambung Noves.

Daya gerak yang dimaksud diterangkan oleh AA Boxer pasca pelantikan PB.KODRAT. “Tarung Derajat mengajarkan Lima unsur dari daya gerak manusia di muka bumi ini adalah kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan keuletan,” tegasnya jelaskan nilai yang harus tertanam.