Ketum KONI Pusat Sampaikan Terima Kasih kepada Patriot Olahraga Indonesia yang Bertanding pada Olimpiade Tokyo 2020

Tanggal 24 Juli 2021 menjadi hari pertama para Patriot Olahraga Indonesia bertanding pada Olimpiade Tokyo 2020. Beberapa atlet bertanding pada hari ini dari cabang olahraga bulu tangkis, panahan, angkat besi, dayung, menembak dan renang.

Sebagaimana pertandingan, kemenangan dan kemenangan yang tertunda selalu ada sebagai hasil akhir. Olimpiade Tokyo kali ini dapat menjadi pengalaman baik bagi para atlet yang masih tertunda kemenangannya. Pasalnya atlet juara tak hanya memiliki fisik serta teknik hebat namun pengalaman yang membentuk mental juara.

“Kepada semua Patriot Olahraga yang sudah berjuang dan berusaha sekuat tenaga untuk mengharumkan nama Indonesia, saya mengucapkan terima kasih,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman. Dapat bertanding pada Olimpiade sendiri sudah merupakan prestasi yang membanggakan.

Ketua Umum KONI Pusat berharap kemenangan tertunda yang dialami beberapa atlet tak berujung pada kesedihan mendalam namun harus menjadi motivasi lebih untuk meraih prestasi pada kesempatan berikutnya. “Bagi yang hari ini belum mendapatkan hasil sesuai harapan, jangan menyerah dan sedih. Mari kita jadikan hari ini pengalaman berharga serta  evaluasi untuk menjadi atlet yang lebih baik lagi. Dengan evaluasi yang baik, saya yakin, pada kesempatan yang akan datang, prestasi gemilang akan diraih oleh Patriot Olahraga kebanggaan Indonesia,” tambahnya. KONI Pusat siap mendukung evaluasi untuk pembinaan olahraga prestasi yang lebih baik.

Rangkuman Hasil Olimpiade Tokyo 24 Juli 2020

Salah satu yang meraih hasil gemilang adalah Windy Cantika Aisah. ia yang bertanding pada nomor 49 kg berhasil menangkan medali perunggu dengan total angkatan 194 kg. Itu adalah medali pertama untuk Indonesia yang diharapkan akan menjadi efek domino kepada atlet lainnya.

Presiden Joko Widodo pun mengucapkan selamat pada akun Twitter miliknya. “Kabar baik datang dari Tokyo, hari ini. Atlet angkat besi putri Indonesia, Windy Cantika Aisah, mempersembahkan medali pertama dari ajang Olimpiade Tokyo dengan merebut medali perunggu di kelas 49kg. Dari Tanah Air, saya menyampaikan selamat,” ujar orang nomor satu di Indonesia.

Atas prestasi tersebut, pemerintah melalui Kemenpora akan memberikan bonus senilai Rp 1 Milyar untuk medali perunggu. Jika meraih emas, maka bonusnya senilai Rp 5 milyar sedangkan perak Rp 2 milyar. Perusahaan J99 Corp milik Gilang Widya Pramana juga menambahkan Rp 100 juta untuk peraih perunggu, apabila atlet lain meraih emas maka bonusnya adalah Rp 500 juta dan jika perak Rp 250 juta.

Tim beregu campuran Indonesia yang diperkuat Riau Ega Agatha & Diananda Choirunnisa yang menempati peringkat 36 dunia berhasil menundukkan Brady Ellison dan Mackenzie Brown asal Amerika Serikat yang merupakan peringkat 8 dunia. Kemenangan 5-4 mengantar keduanya pada perempat final, namun sayang keduanya kalah 2-6 dari wakil Turki Mete Gazoz/ Yesemin Anagoz.

Dari cabor menembak, Vidya Rafika yang bertanding pada kualifikasi 10 meter Air Rifle putri belum berhasil melangkah ke final. Dengan total poin 622 dari 6 set, gadis yang akrab disapa Vika menempati urutan ke 35 dari 50 peserta sedangkan tiket final hanya untuk 8 penembak. Olimpiade tahun ini akan menjadi pelajaran serta pengalaman berharga untuknya. Namun, Vika masih bertanding pada nomor 50 meter Air Rifle 3 Positions pada 31 Juli mendatang.

Kemudian dari Dayung nomor Lightweight women’s double sculls, Mutiara Rahma Putri/ Melani Putri telah melewati Heat 1. Keduanya menjadi yang paling jauh selisih waktunya dari urutan pertama asal Perancis Laura Tarantola/ Claire Bove dengan waktu 7 menit lewat 3,47 detik. Mutiara/ Melani yang lebih lambat 49,1 detik masih memiliki kesempatan pada babak Repechage tanggal 25 Juli melawan peserta lainnya yang gagal pada Heat 2 dan 3.

Kabar manis datang dari Cabor yang memiliki tradisi emas untuk Indonesia, bulu tangkis. Tunggal putra Indonesia, Jonathan Christie menang dari wakil IOC Refugee Olympic Team, Aram Mahmoud pada grup G. Hanya butuh dua gim bagi pria yang akrab dipanggil Jojo menangkan pertandingan dengan skor 21-8, 21-14.

Selain itu, ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya/ Marcus Gideon juga menang dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-11 atas wakil Inggris Raya Ben Lane/ Sean Vendy. Selanjutnya, keduanya akan melanjutkan pertandingan Grup A melawan wakil India Satwiksairaj Rankireddy/ Chirag Shetty pada 26 Juli mendatang.

Ganda putra kebanggaan Indonesia lainnya, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga menang dua gim langsung atas wakil Kanada Jason Ho-Shue/Nyl Yakura. Pasangan berjulukan The Daddies menang dua gim dengan skor yang sama yakni 21-11, 21-11. Kedua gim dituntaskan secara cepat yakni 25 menit.

Ganda putri Indonesia juga meraih kemenangan 2 gim dengan skor 21-14, 21-17 pada pertandingan Grup A dari wakil Malaysia Chow Mei Kurang/ Lee Meng Yean. Keduanya akan berhadapan dengan wakil Inggris Chloe Birch/ Lauren Smith pada 26 Juli mendatang.

Ganda campuran Praveen Jordan/ Melati Daeva juga berhasil menang lewat pertandingan 3 gim. Gim pertama, Praveen / Melati kalah tipis, namun keduanya mampu membalikkan keadaan pada dua gim berikutnya. Kemenangan diraih dari wakil Australia Simon Wing Hang Leung/ Gronya Sommerville dengan skor 20-22, 21-17 dan 21-13.

Terakhir adalah kabar dari cabor renang. Bertanding pada nomor 400 meter gaya bebas putra, Aflah Fadlan Prawira menempati peringkat keempat dengan waktu 3 menit 55,08 detik atau selisih 7,94 detik dari peringkat pertama Alfonso Mestre dari Venezuela.

Bertanding pada Heat 1 nomor 400 meter gaya ganti putri, Azzahra Permatahani berhasil menempati peringkat kedua dengan torehan waktu 4 menit 54,54 detik atau selisih 9,88 detik dari perenang Slovenia Katja Fain yang berada di urutan pertama. Bahkan di awal pertandingan, perenang Provinsi Riau ini sempat berada  terdepan. Namun berdasarkan hasil pada Heat lainnya, Azzahra belum melanjutkan ke babak selanjutnya.