Para Atlet Terus Berlatih dan Siap Berlaga pada PON XX Tahun 2021 di Papua

Tanggal 13 Agustus 2021 atau 50 hari sebelum Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Papua resmi dibuka, sebuah diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) digelar dengan tema “Siap Berlaga di PON XX Papua”. Seluruh atlet dari semua provinsi di Indonesia sudah siap bertanding di PON XX yang resmi dibuka 2 Oktober 2021.

Hadir sebagai narasumber pada diskusi virtual tersebut, Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Mayjen TNI (Purn.) Dr.Suwarno, atlet asal Papua Mayor Laut Charli Matatar dan Atlet angkat besi putri +87 kg asal Aceh Nurul Akmal.

Ketua Panwasrah menegaskan bahwa PON XX siap diselenggarakan pada waktunya. “Berbicara masalah kesiapan, sekarang ini sudah mendekati waktu-waktu yang kita gariskan, kita bicara Venue tempat pertandingan, kami kira sudah hampir selesai kecuali Venue yang memang targetnya baru selesai September,” buka Dr.Suwarno yang hadir secara virtual. Ia juga jelaskan bahwa Venue terakhir yang rampung adalah Cabang olahraga Rugby yang mana siap digunakan pada waktunya.

Mantan Pangdam Brawijaya tersebut juga jelaskan kesiapan lainnya. Terkait peralatan, pada Agustus ini semuanya sudah siap di Papua. Kemudian, terkait transportasi, Kementerian Perhubungan akan mengirim dukungan transportasi sebanyak 428 micro bus yang dijadwalkan tiba pada 1 September mendatang di seluruh klaster penyelenggaraan PON XX yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika. Begitu juga dukungan dari Kementerian Kesehatan.

“Terkait dengan timeline kita berikan, bahwa tahapan entry by name semua provinsi sudah kita tutup, “ terangnya jelaskan sudah ada 6.496 atlet yang akan berlaga. Segera seluruh nama akan diregistrasikan pada Delegate Registration Meeting (DRM).

Tak lupa, panitia penyelenggaraan juga disiapkan dengan baik melalui Test Event. “Bagaimana kita menguji penyelenggara,” katanya jelaskan tujuan Test Event untuk pastikan kesiapan panitia penyelenggara. Secara umum panitia penyelenggara adalah putra-putri asal Papua, namun ada beberapa tenaga sertifikasi dari luar Papua seperti wasit, juri dan sebagainya.

Selaku Ketua Panwasrah PON XX, Dr.Suwarno menyampaikan pertandingan siap digelar. Prosedur protokol kesehatan untuk para atlet yang berlaga juga sudah disiapkan dengan baik. “Atlet harus benar-benar kita jaga,” ujar Dr.Suwarno.

“Hanya boleh bergerak dari akomodasi ke Venue pertandingan,” tegasnya akan aturan ketat dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19. “Pelaksanaan Olimpiade Tokyo sangat ketat dalam hal penerapan protokol kesehatan,” katanya menjadikan Olimpiade Tokyo 2020 sebagai rujukan.

Nurul Akmal yang baru mewakili Indonesia pada cabang olahraga angkat besi putri nomor +87 kg Olimpiade Tokyo juga menceritakan ketatnya penerapan protokol kesehatan pada Olimpiade Tokyo 2020. “Terutama protokol kesehatannya nomor 1, di mana pun selalu ada cuci tangan, harus bermasker, tidak boleh keluar hotel keluyuran,” terang atlet asal Aceh. “Dari athlete village hanya boleh ke tempat pertandingan,” sambungnya mengakui kesamaan peraturan Olimpiade Tokyo 2020 dan PON XX di Papua.

Atlet yang disapa Amel juga jelaskan ada upaya menghindari kerumunan pada PON XX di Papua. Menurutnya nanti atlet yang akan berlaga di PON XX bergantian datang dan tinggalkan Papua mengikuti jadwal pertandingan yang mereka hadapi.

Amel juga sampaikan targetnya meraih emas. Meski Amel merupakan salah satu atlet terbaik dunia yang baru tampil di Olimpiade, ia akui banyaknya lawan yang berat dari beberapa daerah. Ia terus berlatih untuk meraih targetnya.

Atlet asal tuan rumah Papua, Charli Matatar sampaikan telah mempersiapkan diri dengan baik bersama atlet-atlet Papua lainnya. Peraih emas Kempo pada SEA Games 2013 Myanmar ini sudah di wisma atlet Mandala, Jayapura guna ikuti program khusus pra-kompetisi. Penerapan protokol kesehatan ketat menjadi perhatian khusus.

“Tetap melaksanakan protokol kesehatan sebelum dan sesudah latihan,” terangnya. Meski Charli atlet cabang olahraga kategori full body contact, ia ceritakan hanya berdekatan ketika berlatih. Seusai dan sebelum berlatih, tetap jaga jarak dan melakukan tes swab antigen secara berkala.

Sama dengan Amel, Charli targetkan emas pada PON XX namun sadari beberapa lawannya tak mudah. Semua atlet berlatih dengan baik menurutnya.

Di akhir diskusi virtual, Charli sampaikan pesan agar tetap semangat. “Saya mewakili rekan-rekan seluruh atlet dari Papua, tetap semangat walaupun ini beda dengan kondisi 4-5 tahun lalu. Meski pandemi kita tetap latihan dengan semangat,” katanya.