Komite III DPD RI Memberikan Atensi pada PON XX Tahun 2021 di Papua

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang diwakili Wakil II Ketua Umum Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo secara simbolis menyerahkan kartu identitas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Papua kepada Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Prof.Dr. Prof Dr. Sylviana Murni. Penyerahan tersebut dilakukan pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPD RI dengan KONI Pusat pada tanggal 30 Agustus 2021.

Anggota DPD RI menerima kartu identitas VIP pada PON XX mendatang. Dengan kartu identitas tersebut, para senator memiliki keleluasaan dalam meninjau penyelenggaraan PON XX.

Peran legislatif yang bertugas mengawasi, mengajukan dan membahas perundangan sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan kualitas olahraga Indonesia. Oleh karenanya, peninjauan PON XX oleh anggota DPD RI diharapkan dapat memberikan banyak pertimbangan dalam menjalankan tugas.

Pada RDP, para anggota DPD RI sudah berupaya menjalankan tugas dengan baik, terlihat atensi hadirin rapat kepada PON XX. Berbagai pertanyaan tentang kesiapan PON XX diberikan kepada pengurus KONI Pusat yang hadir secara faktual. “DPD RI menghimpun pandangan dari stakeholder olahraga, salah satunya KONI Pusat,” ujar Sylviana yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Squash Indonesia (PB.PSI).

Pada RDP, anggota DPD RI yang mayoritas hadir secara virtual bertanya terkait akomodasi, transportasi dan protokol kesehatan.

Waketum II KONI Pusat yang didampingi Wasekjen II bidang Hukum M.Othniel Mamahit, dan Wakabid I Dalam Negeri Widodo Edi S., menjawab dengan baik. Panitia Besar PON XX menanggung seluruh akomodasi kontingen selama di Papua. Kemudian, terkait transportasi akan terbantu dengan adanya kerja sama antara KONI Pusat dengan Garuda Indonesia dan juga agensi Aero Globe Indonesia. Nantinya selain pesawat Garuda Indonesia, Citilink juga akan dikerahkan sebagai tambahan.

Terkait protokol kesehatan, disarankan seluruh kontingen melakukan karantina 5 hari sebelum berangkat ke Papua. Saat di Papua, ruang gerak kontingen dibatasi hanya ke tempat penginapan dan Venue pertandingan. Khusus cabang olahraga Body Contact akan dilakukan swab antigen sebelum pertandingan. Ketika ada yang terpapar, akan ditindaklanjuti segera dan diisolasi.

Secara umum PON XX Tahun 2021 di Papua siap diselenggarakan. “Secara keseluruhan sudah selesai,” terang Soedarmo tentang pembangunan Venue. Dipastikan pada September mendatang, sudah dilakukan Test Event seluruh cabor. Adapun yang menjadi harapan saat ini adalah cairnya APBN untuk berbagai kebutuhan seperti upacara pembukaan/ penutupan, konsumsi, broadcasting, pertandingan, akomodasi dan sebagainya.

Di luar pembahasan terkait PON XX Tahun 2021 di Papua, RDP yang digelar pagi hari tersebut juga membahas terkait Revisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN). KONI Pusat memberikan masukan-masukan kepada DPD RI sebagai pertimbangan dengan tujuan memajukan olahraga prestasi Indonesia.