PON XX Tahun 2021 di Papua Siap Diselenggarakan sesuai Rencana

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Papua akan tetap diselenggarakan sesuai rencana. Sebanyak 37 cabang olahraga dan juga 11 cabang olahraga eksibisi siap dipertandingkan di empat klaster penyelenggaraan PON XX, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Rencananya PON XX akan resmi dibuka oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Oktober 2021 dan ditutup oleh Bapak Wapres Ma’ruf Amin tanggal 15 Oktober 2021.

Meskipun resmi dibuka pada tanggal 2 Oktober, beberapa pertandingan sudah mulai digelar sebelum itu, antara lain;

  • Tanggal 22 September 2021 Kota Jayapura menggelar Softball Putra
  • Tanggal 23 September 2021, Kabupaten Jayapura menggelar Polo Air dan Baseball sedangkan Kabupaten Mimika menggelar Terbang Layang
  • Tanggal 29 September 2021, Kabupaten Merauke pertama kali menggelar pertandingan Wushu

Adapun beberapa cabor eksibisi juga digelar sebelum PON XX resmi dibuka, seperti Esport (22 September 2021, Kabupaten Jayapura), Hapkido (25 September, Kabupaten Jayapura), Triathlon (22 September, Kota Jayapura), Selancar Ombak (22 September, Kota Jayapura) Kick Boxing (22 September, Kota Jayapura), Kabaddi (22 September, Kota Jayapura).

Rapat koordinasi dengan 11 cabor eksibisi

Venue

Kesiapan Venue PON secara keseluruhan sudah betul-betul sesuai dengan target, sehingga siap digunakan pada jadwal yang telah disusun. Saat ini hanya melakukan finishing-finishing akhir.

Venue Rugbi

Satu-satunya Venue yang masih dalam pengerjaan adalah Rugbi, yang mana pertandingannya adalah yang terakhir sehingga mereka baru akan mulai tanggal 10 Oktober sampai 13 Oktober, jadi pertandingan Rugbi digelar menjelang penutupan. Pihak kontraktor memastikan Venue sudah selesai dan siap digunakan pada akhir September.

Peserta PON XX

Serah terima dokumen oleh Ketua Komisi Keabsahan Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo kepada Ketua Harian PB.PON Yunus Wonda

Selanjutnya terkait peserta, pada 28 Agustus 2021 lalu, baru saja menyelesaikan Chef de Mission (CdM) Meeting III dan Delegate Registration Meeting (DRM) di Kota Jayapura.

CdM III merupakan finalisasi penyelenggaraan PON, bagaimana pelayanan kepada kontingen yang datang (meliputi pertandingan, peralatan, akomodasi, konsumsi kesehatan dan sebagainya). DRM adalah finalisasi status atlet-atlet dari seluruh kontingen, atau kepastian atlet membela provinsi mana. Ada beberapa kondisi atlet berlatih di provinsi tertentu namun tempat tinggal atau KTP-nya dari provinsi lain, status tersebut dipastikan pada DRM agar tidak menjadi kendala saat pertandingan.

Data statusnya, sebanyak 7.046 atlet sudah ditetapkan serta divalidasi oleh Komisi Keabsahan. Dengan begitu, pada pelaksanaannya nanti, tidak ada lagi waktu terbuang karena masalah data dan status atlet.

Keamanan dan Kesehatan

Membahas masalah keamanan tentunya, KONI Pusat memberikan atensi yang sangat tinggi. Koordinasi dengan Kapolda Papua, Pangdam Cenderawasih dan lainnya terus berjalan. Terakhir, Ketua Umum KONI Pusat menghadiri Rapat Koordinasi yang dipimpin Bapak Menko Polhukam pada 3 September lalu untuk membahas isu keamanan.

Rapat koordinasi di Kemenko Polhukan tanggal 3 September 2021

Tidak dapat dipungkiri ada dinamika keamanan yang terjadi beberapa waktu terakhir namun bukan di sekitar empat klaster penyelenggaraan PON XX. Pada rapat di Kantor Kemenko Polhukam, Menko Polhukam mengarahkan agar seluruh aparat mengerahkan semua potensi untuk menjamin keamanan PON XX.

Diharapkan, kekuatan yang disiapkan Kodam Cenderawasih dan Polda Papua cukup untuk mengamankan di samping setiap kontingen juga membawa tim pengalaman dari masing-masing provinsi.

Masyarakat Papua sendiri bangga mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan PON XX. Mereka siap menjadi tuan rumah yang baik karena suksesnya PON tahun ini merupakan harga diri masyarakat Papua pada khususnya dan harga diri Bangsa Indonesia pada umumnya.

Keamanan dari ancaman kesehatan juga sudah dipersiapkan dengan matang, tak hanya menghadapi malaria tapi juga Covid-19.  

Saat ini memang masa yang sangat sulit, di masa pandemi Covid-19, kita harus menunda PON selama satu tahun dari yang direncanakan. Namun, kita memiliki contoh yang sangat baik, beberapa waktu lalu Olimpiade Tokyo berjalan lancar di tengah Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Insya Allah PON XX Tahun 2021 di Papua ini bisa berjalan dengan baik.

Seluruh kontingen yang akan berangkat ke Papua harus sudah divaksinasi, dan saat ini semuanya telah tuntas divaksin. Presiden Joko Widodo juga sudah memberikan arahan agar vaksinasi diberikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Venue, hal tersebut dilaksanakan dengan baik. Pada pelaksanaannya nanti, ditargetkan 70% masyarakat sekitar Venue sudah divaksin.

Panglima TNI, Kapolri dan Menpora meninjau vaksinasi di GOR Waringin tanggal 27 Agustus 2021

Panwasrah PON XX juga sudah mengarahkan agar 5 hari sebelum keberangkatan agar dilakukan karantina. Kemudian, pada pelaksanaannya nanti, khusus cabor body contact akan melakukan swab antigen sebelum pertandingan digelar. Jika ada yang ternyata positif, maka sudah disiapkan tempat rujukan untuk melakukan karantina.

Akomodasi dan Transportasi

Wisma Atlet di Doyo Baru.

Hal lain yang tak kalah penting adalah akomodasi dan transportasi. Terkait akomodasi, PB.PON tengah mengejar kerja sama dengan pemilik hotel dan juga melakukan peningkatan penginapan agar kualitasnya setara hotel bintang tiga. Meski begitu, penginapan yang sudah siap sudah banyak seperti wisma atlet.

Terkait transportasi, dukungan kendaraan dari Kementerian Perhubungan sudah tiba di klaster penyelenggaraan PON XX secara bertahap.

Salah satunya pada 31 Agustus lalu, kendaraan mendarat di Merauke. Masyarakat Merauke senang dan antusias hingga melakukan upacara adat penyambutan di pelabuhan.

Penyambutan kendaraan di Merauke

Di luar transportasi saat penyelenggaraan PON XX, kerja sama antara KONI Pusat dengan Garuda Indonesia dan juga dengan Aero Globe Indonesia, dirasakan membantu kebutuhan kontingen yang berangkat ke Papua. Terbukti sudah sekitar 11 ribu atlet dan ofisial yang melakukan reservasi untuk terbang ke Papua. Adapun armada tambahan dari Citilink juga siap dikerahkan untuk mendukung transportasi peserta PON XX.

Sukses PON XX

Mari kita bersama sukseskan PON XX secara penyelenggaraan, prestasi, perekonomian rakyat, dan administrasi.

PON XX kali ini bermakna penting, sebagai pemersatu Bangsa Indonesia. Masyarakat Papua akan membuktikan tak hanya bagian integral Masyarakat Indonesia namun juga mampu mempersatukan 33 Provinsi melalui olahraga.

Selain itu, PON XX juga menjadi momentum kebangkitan Bangsa Indonesia dari pandemi Covid-19. Pelaksanaan PON XX yang menerapkan protokol kesehatan ketat akan membuktikan bahwa Bangsa Indonesia tetap dapat berkarya dan berprestasi meski di tengah pandemi Covid-19.

Manfaat PON XX dan Warisan untuk Papua

Keindahan alam Papua dari Venue Paralayang.

PON XX diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Papua, salah satunya kehadiran Venue. Pembangunan seluruh Venue berkelas dunia yang sudah jadi harus memberikan manfaat bagi pembinaan olahraga khususnya di Indonesia Timur. Venue tersebut merupakan aset yang harus bermanfaat setelah PON XX.

Selain itu, mayoritas panitia PON XX adalah putra-putri asli Papua. Sekitar seminggu sebelum pelaksanaan pertandingan pertama, akan digelar bimbingan teknis untuk seluruh cabor. Tujuannya adalah mempersiapkan panitia penyelenggaraan pertandingan dengan baik. Saat pertandingan, panitia sudah paham harus berbuat apa.

Pasca PON XX digelar, mereka sudah memiliki kemampuan dan pengalaman menyelenggarakan kegiatan olahraga. Semoga Venue dan kemampuan masyarakat Papua dalam menggelar kegiatan olahraga dapat menjadi manfaat. Semoga momentum PON XX dapat mempromosikan keindahan alam Papua sehingga menjadi potensi Sport Tourism yang kelak turut sejahterakan masyarakat Papua.