KONI Pusat Berikan Masukan pada KONI Jawa Timur

Wakil I Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen TNI Purn Dr.Suwarno memberikan masukan-masukan sebagai bahan evaluasi KONI Jawa Timur saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Papua.

Masukan-masukan itu disampaikan pada workshop berjudul “Menata Strategi Meraih Juara di PON 2024” yang diselenggarakan Kelompok Kerja Wartawan KONI Jawa Timur, 2 Desember 2021.

Menurut Suwarno ada beberapa hal yang harus dimiliki untuk memajukan prestasi olahraga. Beberapa hal yang dapat mendukung prestasi olahraga antara lain, kebijakan yang mendukung, koordinasi serta komunikasi baik antar pemangku kebijakan, sumber daya, konsistensi, sarana prasarana, birokrasi, dan dukungan organisasi yang profesional.

Suwarno juga menilai bahwa pada PON XX/2021 di Papua, dukungan pemeritah daerah menjadi penting bagi prestasi olahraga. “Prestasi yang diraih kontingen berbanding lurus dengan dukungan yang diberikan pemerintah daerahnya,” katanya. Dapat dikatakan, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan pembina olahraga.

Pada kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Wyndham Surabaya City Centre, Suwarno juga memaparkan prestasi Jawa Timur pada tiga PON terakhir.

Pada PON XX/2021 di Papua, Jawa Timur meraih peringkat ketiga dengan 110 emas, 89 perak dan 89 perunggu. PON sebelumnya, yakni tahun 2016 di Jawa Barat, Jawa Timur berhasil tempati peringkat kedua dengan 132 emas, 138 perak dan 134 perunggu. Kemudian pada PON Tahun 2012 di Riau, Jawa Timur tempati peringkat ketiga dengan 86 emas, 86 perak dan 84 perunggu.

Sebagai catatan, Jawa Timur memiliki 13 cabang olahraga (cabor) pada PON XX yang tidak memeroleh medali. Dua diantaranya adalah Canoe dan Traditional Boat Race (TBR) yang mempertandingkan banyak nomor. Suwarno menyayangkan hal tersebut.

Selain itu, diantara 13 cabor tersebut, ada juga cabor perorangan seperti terjun payung dan angkat berat. Upaya membina cabor perorangan cenderung lebih mudah ketimbang cabor beregu.

Tak lupa, Suwarno berpesan agar menempatkan penelitian dan pengembangan (Litbang) di tempat yang penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan.