Airlangga Hartarto Diyakini Jadikan Wushu Lumbung Medali untuk Indonesia pada Olimpiade

Tekad Wushu menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) beladiri yang dipertandingkan serta meraih prestasi pada Olimpiade disinggung pasca pengukuhan dan pelantikan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB.WI) masa bakti 2022-2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Hari Selasa tanggal 22 Maret 2022.

“Pada 2032, Insya Allah Wushu sudah dipertandingkan di Olimpiade,” ujar Menpora Zainduin Amali pada saat memberikan sambutan.

“Semoga pada 2032, Wushu sudah dipertandingkan di Olimpiade, oleh karenanya mari kita berikan dukungan penuh, mari kita berikan kritik yang konstruktif dalam pembinaan olahraga prestasi ini,” kata Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman yang baru saja mengukuhkan dan melantik Ketum PB.WI Dr. (H.C.) Ir.Airlangga Hartarto beserta jajarannya.

Ketika dipertandingkan, diharapkan Wushu dapat menjadi lumbung medali Indonesia. “Jadikan Wushu cabang olahraga yang memberikan Indonesia tempat yang terhormat,” sambung Ketum KONI Pusat pada upacara bertema, “Terus Berprestasi, Melanjutkan Tradisi Medali,”.

Ketum KONI Pusat tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pelaku pembinaan olahraga Wushu dan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantiknya.

Kepada Airlangga Hartarto, Ketum KONI Pusat menyampaikan apresiasi atas kinerjanya pada periode pertama. “Dari prestasi yang telah dicapai PB.Wushu Indonesia di masa periode pertama, tidak salah saudara-saudara untuk meminta beliau kembali memimpin untuk periode kedua,” terang Ketum KONI Pusat menyatakan pentingnya Wushu yang termasuk dalam salah satu cabor prioritas pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Airlangga yang kini juga mengemban amanah sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, menjadi Ketum PB.WI periode kedua karena terpilih pada Musyawarah Nasional (Munas) VII Wushu Indonesia Tahun 2022 yang digelar 28 Januari lalu di JS Luwansa Hotel.

Dalam sambutannya, Airlangga Hartarto mengawali dengan menyampaikan terima kasih kepada Ketum KONI Pusat yang telah bersedia melantik dirinya.

“Beberapa sasana sudah buka di mall-mall, ini menunjukkan Wushu lebih populer,” sebutnya melaporkan perkembangan Wushu di Tanah Air.

“Kita berharap olahraga ini menghasilkan banyak (lagu) Indonesia Raya (dikumandangkan) di berbagai multievent,” kata Sang Menko Perekonomian sambil terangkan program pembinaan junior untuk mewujudkannya.

Tak lupa, ia jelaskan bahwa PB.Wushu Indonesia saat ini juga membina nomor Kungfu tradisional yang mana di dalamnya termasuk Wing Chun.

Airlangga sampaikan harapannya supaya nomor tersebut dapat diakomodir pada multievent akbar nasional. “Berharap KONI Pusat bersedia memasukan nomor tradisional pada Pekan Olahraga Nasional XXI Tahun 2024.” sebutnya.

Wushu Indonesia pun dipandang baik oleh masyarakat Wushu internasional. Pasalnya, Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan dunia wushu junior pada desember mendatang dan PB.WI juga telah ditunjuk menjadi penyelenggara penataran wasit internasional.

Menpora Zainudin Amali tegaskan bahwa Wushu memang salah satu cabor potensial di Indonesia. “Untuk dua cabang olahraga, sengaja kami masukan, yaitu Pencak Silat dan Wushu, kita persiapkan ketika kita menjadi tuan rumah (Olimpiade),” ceritanya pada saat menyiapkan siasat jika ‘Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2032’. Sayangnya Indonesia belum berhasil.

“Kalau kita sudah menjadi tuan rumah, harus ada cabang olahraga unggulan. Wushu secara statistik sudah membanggakan Indonesia,” tambah Menpora.

Pada sambutannya, Menpora pastikan mendukung program pembinaan Wushu. “Inpres untuk kejuaraan nasional akan diwujudkan,” tegas Menpora.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara PB.WI dengan federasi internasional wushu terkait penyelenggaraan kejuaraan dunia Wushu di Indonesia. Tak hanya Menpora dan Ketum KONI Pusat yang menyaksikan, namun juga ‘Bapak Wushu Indonesia’, Mayjen TNI Purn I Gusti Kompyang Manila.