Tingkatkan Kualitas Suporter, KONI Bersama PSSI Gelar Sarasehan Suporter Indonesia

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bersama Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) dengan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar Sarasehan Suporter Indonesia. Kegiatan itu resmi dibuka oleh Menpora yang diwakili Plt. Deputi 4 bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dr.Raden Isnanta, M.Pd. pada Hari Rabu tanggal 16 November 2022 di Hotel Aston Kartika Grogol Jakarta.

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu tidak boleh terulang kembali. Oleh karenanya, seluruh sisi perlu dievaluasi agar sepak bola Indonesia semakin baik. Saat ini momentum untuk melakukan evaluasi dalam agar sepak bola Indonesia dapat bangkit. Perbaikan harus diwujudkan secara bersama atas dasar kecintaan kepada sepak bola Indonesia. Adapun kegiatan hari ini telah mempersatukan sekitar 80 suporter yang mewakili 18 klub Liga 1 dan 6 klub Liga 2.

“Suasana aman dan nyaman di dalam stadion harus terjaga dengan baik. Tidak ada ketakutan dalam menyaksikan pertandingan sepak bola,” ujar Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman impikan persaudaraan suporter sebagai satu bangsa yang saling menjaga.

Salah satu yang perlu ditingkatkan adalah suporter karena perannya yang penting dan kerap dianggap sebagai pemain kedua belas. “Kita harus duduk bersama dengan para suporter, suporter ini memegang peranan sangat besar dalam sepak bola Indonesia,” sambung Marciano.

Upaya meningkatkan kualitas dan ketertiban suporter dilakukan seiring berbagai aspek juga sudah dievaluasi. Tentunya, sarasehan kali ini menyempurnakan langkah yang telah ditempuh pihak lainnya. “Dalam dinamika yang ada, pelanggaran prosedur sudah ditangani Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Semua ini sedang berjalan, proses penegakan hukum dan organisasi juga berjalan dengan dikelola oleh PSSI. Sekarang kita mengajak suporternya,” terang Marciano.

Evaluasi menyeluruh wajib dilakukan guna menepis keraguan berbagai pihak terhadap kemampuan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2023 mendatang. “Kita juga harus melihat bahwa ada keragu-raguan calon peserta Piala Dunia U-20 Tahun 2023,” sebut Marciano. Salah satu yang akan dinilai untuk dipertimbangkan menurutnya adalah sikap suporter, sehingga perlu persiapan baik untuk kembali bergulirnya Liga 1 dan Liga 2.

Suporter yang tertib diharapkan mampu menepis keraguan berbagai pihak. Pasalnya, peran penting suporter sangat menentukan, buktinya adalah perkembangan industri olahraga Tanah Air yang pesat. “Industri olahraga Indonesia maju dengan pesat karena dukungan suporter,” kata Ketum KONI Pusat mengapresiasi.

Dalam kegiatan sarasehan, suporter yang hadir diharapkan mampu membuat formulasi secara mandiri dan independen. “Bagaimana kita sama-sama menciptakan suatu pertandingan sepak bola yang semakin baik, tetapi rasa aman dan nyaman dari penontonnya itu juga bisa didapatkan. Untuk bisa mendapatkan rasa aman dan nyaman ini, peran suporter harus kita dengar mereka maunya seperti apa ,” jelas Ketum KONI Pusat.

Ketum KONI Pusat berharap Ketum PSSI meningkatkan kualitas komunikasi dengan para suporter, klub dan pihak terkait lainnya dalam rangka menyukseskan transformasi sepak bola Indonesia.

Menurut Ketum PSSI Komjen Pol Purn. Dr.Mochamad Iriawan, Suporter menjadi salah satu yang perlu diberikan atensi dalam transformasi sepak bola selain tata kelola, stadion dan lainnya. “Tentunya peran suporter sangat penting dalam setiap pertandingan atau event antar satu klub dan klub lainnya. Suporter adalah pemain kedua belas, tanpa suporter situasi lapangan tidak akan semarak, situasinya berbeda,” sebut pria yang akrab disapa Iwan Bule.

“Tentunya kami PSSI, KONI meminta masukan dari teman-teman sekalian apa yang diinginkan dan menjadi formulasi atau kesimpulan bersama dari sarasehan ini,” tutupnya.