Atlet Lampung Ikuti Seleksi Nasional Panahan Olimpiade

Salah satu atlet panahan putri andalan Provinsi Lampung, Suci Dwi Megasari ikuti seleksi nasional panahan untuk Olimpiade Tokyo 2021. Seleksi itu berlangsung secara online pada Rabu (12/8) lalu di Lapangan Panahan Branti Natar Lampung Selatan.

Menurut Sekretaris Persatuan Panahan Nasional Indonesia (Perpani) Provinsi Lampung, Puryoto, seleksi ini dilakukan sesuai dengan surat PB Perpani nomor 223/KU/PB.PERPANI/VIII/2020, mengenai pemberitahuan seleksi atlet Pelatnas Olimpiade 2020. Nama Suci masuk ke dalam daftar seleksi untuk memperebutkan dua tiket atlet putri nomor Recurve.

Puryoto mengatakan dirinya sempat kaget karena menerima pemberitahuan dua hari sebelum seleksi dilakukan. Meskipun begitu, dirinya cukup merasa lega karena atletnya bisa mengikuti seleksi untuk Olimpiade yang akan diselenggarakan di Jepang itu. “Kami sempat kaget karena waktunya hanya dua hari dari surat masuk kemudian seleksi. Tetapi Alhamdulillah Suci sudah bisa mengikuti seleksi, dibantu dengan teman-teman dari Perpani Lampung,” tutur Puryoto.

Seleksi itu berlangsung selama satu haru menggunakan sistem virtual dengan materi seleksi yaitu scoring test (menembak/memanah) dengan jarak 70 meter berlangsung pada pukul 7 pagi hingga 12 siang. Kemudian dilanjutkan dengan tes mental kepribadian pukul 10 pagi hingga 6 sore dan tes antropometri di jam yang sama.

“Untuk seleksi kita menggunakan virtual, jadi tidak berhadapan secara langsung. Masing-masing atlet harus mengikuti dua sesi, di mana satu sesinya terdiri dari enam seri. Kalau dihitung jadi 12 seri dengan 72 anak panah karena satu serinya menggunakan enam anak panah,” jelas Puryoto.

Saat ini Perpani Lampung tinggal menunggu hasil seleksi. Mereka berharap hasilnya tidak mengecewakan karena Suci telah mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Masuk Pelatnas tentunya memberikan keuntungan yang cukup besar bagi para atlet dan cabang olahraga daerah. Itu karena saat mengikuti Pelatnas, para atlet akan mendapatkan porsi latihan yang cukup baik dan ditangani oleh pelatih-pelatih terbaik. “Mudah-mudahan hasilnya tidak terlalu mengecewakan,” harap Puryoto.