Pacu Kuda di wilayah Sumba merupakan salah satu cabang olahraga yang sudah membudaya, ibaratnya telah mendarah daging di seluruh lapisan Masyarakat Pulau Sumba, NTT. Secara geografis, padang rumput membentang sangat luas, merupakan habitat yang sangat ideal untuk peternakan kuda, sehingga tidak heran hampir seluruh keluarga di Pulau Sumba memiliki kuda sebagai representasi status sosial di masyarakat.
Sudah puluhan bahkan ratusan tahun, budaya Pacu Kuda ini terus dilestarikan sejak nenek moyang suku Sumba hingga saat ini. Pacu Kuda terus dilestarikan menjadi sebuah daya tarik masyarakat Sumba yang menarik untuk diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia, bahkan dunia.
Federasi Nasional Pordasi Pacu yang membina olahraga Pacu Kuda di seluruh Indonesia dan merupakan anggota KONI Pusat, mulai menaruh perhatian yang serius untuk menata ulang dan mengembangkan Pacu Kuda di Pulau Sumba, khususnya dalam hal meningkatkan keamanan dan keselamatan bagi para atlet dan kudanya termasuk para penontonnya.

Selain itu FN Pordasi Pacu juga ingin fokus pada pembinaan joki cilik yang menjadi andalan masyarakat Pulau Sumba dalam memacu kudanya, sehingga nantinya menjadi bibit unggul untuk menjadi joki handal yang bisa meraih prestasi Nasional maupun Internasional.
Tidak kalah penting, FN Pordasi pacu juga ingin mengangkat dan mengembangkan prestasi kuda asli Sumba untuk bisa dimanati oleh daerah lain, sehingga akan menyebar ke seluruh Nusantara.
Selanjutnya, FN Pordasi Pacu melihat hal strategis yang didasari sebagaimana keunikan dan besarnya animo masyarakat setempat terhadap Pacu Kuda. FN Pordasi Pacu juga akan mendorong pemerintah daerah untuk bisa mengembangkan Sport Tourism dan Sport Industry, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan Masyarakat dan perekonomian Pulau Sumba dan NTT pada umummnya.
Transformasi Organisasi Olahraga Pordasi
Perlu diketahui bersama bahwa FN Pordasi Pacu merupakan salah satu organisasi yang dibentuk dari proses Transformasi Organisasi di Cabang Olahraga Berkuda yang dilakukan pada tahun 2024 lalu. Selain FN Pordasi Pacu, dalam proses transformasi juga menghasilkan, FN Pordasi Equestrian, FN Pordasi Polo, dan FN Pordasi Berkuda Memanah. Dimana keempatnya merupakan anggota resmi dari KONI Pusat yang telah disahkan melalui Rakernas KONI tahun 2025 dan ditegaskan kembali dalam Rakernas KONI tahun 2026. Selain menjadi anggota KONI Pusat, keempat Federasi Nasional tersebut juga bernaung di dalam wadah yang dinamakan Konfederasi Nasional Pordasi yang sekaligus menjadi mitra di dalam mengelola organisasi cabang olahraga yang menggunakan media kuda melalui prinsip kebersamaan.
Perhatian Konfederasi Nasional Pordasi pada Joki Cilik

Dalam kesempatan kali ini, melalui momentum Kejuaraan Pacuan Kuda Piala Bupati Sumba Barat Cup, Tahun 2026, yang diselenggarakan di Arena Pacu Kuda Pada Ewata, Widodo Edi Sektianto selaku Direktur Eksekutif Konfederasi Nasional Pordasi menyerahkan bantuan beberapa peralatan Pacu Kuda untuk para Joki Cilik yang ada di 4 (empat) kabupaten, yaitu Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya.

Turut serta memberikan body protector dan helm kepada joki cilik, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman, Waketum VI KONI Pusat Josef Adrianus Nae Soi, Kabid Dalam Negeri KONI Pusat Mayjen TNI Purn Victor Hasudungan Simatupang, Gubernur sekaligus Ketum KONI NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Presidium Konfederasi Nasional Pordasi Triwatty Marciano, Ketua Pengurus Provinsi Pordasi Pacu NTT Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, Bupati Sumba Barat Yohanes Dade dan sebagainya.

Bantuan tersebut berupa body protector dan helm sejumlah 90 (sembilan puluh) pasang, dengan perincian 50 (lima puluh) pasang akan diberikan kepada joki cilik yang mengikuti Kejuaraan Bupati Sumba Barat Cup dan masing-masing 8 (delapan) pasang diberikan secara simbolis kepada 4 (empat) Bupati di Pulau Sumba serta sisanya untuk pembinaan di pusat.
Maksud dan tujuan bantuan tersebut, sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab dari Konfederasi Nasional Pordasi untuk turut serta dalam membantu meningkatkan kualitas oalahraga Pacu Kuda di provinsi NTT, terutama di Pulau Sumba yang sangat terkenal dengan kuda lokalnya dan kemampuan para joki ciliknya dalam berpacu.
Dengan tag line “Aman Berprestasi”, Konfederasi Nasional Pordasi berharap agar para joki cilik dapat terus memacu kudanya untuk meraih presati tertinggi. Namun tetap terjamin keamanan sekaligus keselamatannya, ketika sedang berpacu dengan kudanya. Bantuan ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata dari Konfederasi Nasional Pordasi untuk memberikan perlindungan anak yang menjadi joki cilik.
“Bagaimana kita bisa menyelamatkan anak-anak kita dari hobinya yang dengan istilahnya joki cilik yang merupakan adalah cikal bakal para joki-joki yang nanti bisa berprestasi nasional maupun internasional,” ujar Triwatty.

Sebelum berkunjung ke Arena Pacu Kuda Pada Ewata, Direktur Eksekutif FN Pordasi Widodo Edi Sektianto sempat menyerahkan peralatan keamanan joki kepada Wabup Sumba Barat Daya Rangga Kaka.
Perlindungan keamanan kepada joki cilik tradisional pernah menjadi bagian yang didiskusikan bersama dengan Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta beberapa tahun yang lalu.
Selanjutnya Pordasi Pacu juga akan selalu berperan aktif, agar tidak terjadi eksploitasi yang tidak pada tempatnya terhadap joki cilik yang juga masih membutuhkan pendidikan dan perhatian lainnya, sebagai seorang anak.
Harapan Pordasi kepada Pemda Setempat untuk Joki Cilik

Selanjutnya diharapkan kerja sama yang baik dengan masing-masing kabupaten di Pulau Sumba untuk terus mensosialisasikan dan mewajibkan penggunaan body protector dan helm bagi joki cilik, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal di Sumba, sehingga pada setiap latihan maupun mengikuti kejuaraan pacu kuda, seluruh joki cilik dipastikan sudah menggunakan alat keselamatan demi melindungi keamanan selama berpacu di arena pacu kuda.
Diharapkan ada regulasi yang dibuat Bupati, untuk mewajibkan penggunaan alat keselamatan tersebut, bagi para joki cilik. Dengan demikian pada saat pelaksanaan PON XXII/2028 di cabang olahraga Berkuda Pacu, semua atlet sudah memenuhi standar keselamatan dan keamanan.