Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman memimpin rapat pleno jajaran pengurusnya pada Jumat pagi tanggal 13 Februari 2026. Marciano mengajak seluruh pengurus bersatu sukseskan berbagai program pembinaan.
“Pekan Olahraga Nasional (PON), dinamikanya sudah berjalan cukup cepat. Pertama sudah ada pertemuan dengan Menpora RI dan Gubernur tuan rumah yang sudah bertemu Bapak Presiden,” katanya menceritakan perkembangan terakhir.
“Hasilnya, PON XXII/2028 tetap di NTT-NTB dengan cabang olahraga fokus Olimpiade, unggulan internasional dan pilihan tuan rumah, tetapi pemerintah tidak membangun venue baru di NTT-NTB,” sambungnya.
Dengan kondisi venue yang tersedia di NTT dan NTB, dimungkinkan beberapa pertandingan digelar di luar Nusa Tenggara. “Cabang olahraga yang bisa dipertandingkan di NTT-NTB tetap kita selenggarakan disana, untuk yang tidak bisa, akan dipertandingkan di Jakarta menggunakan yang sudah ada,” lanjut Marciano.
“Dalam PON XXIII/2028, ada tiga gubernur yang terlibat, NTT, NTB, dan DKI Jakarta,” ujarnya menambahkan.

DKI Jakarta sendiri menjadi tuan rumah PON Pantai I Tahun 2026, tepatnya digelar di Ancol. Sebelumnya, PON Bela Diri juga digelar tahun ini di Manado, Sulawesi Utara.
Sebanyak delapan cabang olahraga direcanakan akan dipertandingkan pada PON Bela Diri Tahun 2026 di Manado, Sulawesi Utara. Delapan cabang olahraga yang dimaksud adalah Anggar, Hapkido, Kick Boxing, Kurash, Muaythai, Tinju, Yongmodo, IBCA MMA.
Di sisi lain, dibahas juga bahwa pada Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) tahun ini guna menentukan tuan rumah PON XXIII/2032.
Sampai saat ini, Banten-Lampung sudah mendaftarkan diri. Namun, ada juga beberapa provinsi yang bertekad menjadi tuan rumah PON yang digelar 6 tahun lagi, seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat dan lainnya.