Lainnya
PB.PTMSI Gelar Rakornas Tahun 2025, KONI Pusat Tegaskan Pentingnya Menjaga Soliditas
31 July 2025
PB.PTMSI Gelar Rakornas Tahun 2025, KONI Pusat Tegaskan Pentingnya Menjaga Soliditas

Setelah penutupan single event tenis meja ‘Silataruna U-19 Mayapada’ pada Kamis, 31 Juli 2025 di Baywalk Mall Pluit, Jakarta, Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB.PTMSI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tahun 2025 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc.

Rakornas yang dihadiri oleh 25 Pengurus Provinsi (Pengprov) PTMSI ini bertujuan untuk membahas dinamika terkini dalam dunia olahraga, khususnya terkait organisasi PB.PTMSI.

Dalam sambutannya, Suwarno menegaskan pentingnya Rakornas sebagai sarana evaluasi demi kelangsungan organisasi yang sehat dan terstruktur.

“Rakornas ini merupakan kewajiban organisasi untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Saat ini, baik dari sisi pengorganisasian maupun pelaksanaan kompetisi olahraga prestasi, situasinya secara umum belum ideal,” ungkap Suwarno.

Ia juga mengajak seluruh peserta Rakornas untuk tetap menjaga persatuan dan kekompakan di tengah tantangan yang dihadapi.

“Dalam menghadapi kondisi yang tidak kondusif seperti saat ini, saya mengajak kita semua untuk bersatu. Jangan sampai kita tidak kompak. Kita harus menyatukan langkah,” sambungnya.

Lebih lanjut, Suwarno menekankan pentingnya membangun soliditas dalam tubuh PB.PTMSI demi kemajuan tenis meja nasional.

“Khusus dalam PB.PTMSI, saya berharap benar-benar terbangun soliditas yang kuat. Mari kita jaga kebersamaan dan semangat kolektif demi kemajuan tenis meja Indonesia,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PB.PTMSI, Peter Layardi Lay, menegaskan bahwa dinamika yang dihadapi saat ini menyangkut harga diri organisasi.

“Saya berterima kasih kepada Pengprov PTMSI atas niat baik dan ketulusan dalam menghadiri Rakornas ini. Saya berharap kita bisa menyamakan persepsi dan menjaga kekompakan agar aturan organisasi dapat ditaati. Kita terus bersinergi dengan KONI Pusat dan KONI daerah masing-masing. Kita harus tegas dalam menghadapi kondisi seperti ini, karena ini menyangkut harga diri organisasi,” tegas Peter.

Meski demikian, KONI Pusat menekankan bahwa seluruh jajaran organisasi harus tetap fokus pada pembinaan atlet dan pencapaian prestasi melalui berbagai ajang, baik single maupun multi event.

Selain Pekan Olahraga Nasional (PON), cabang olahraga tenis meja juga dipertandingkan dalam berbagai ajang seperti Pekan Olahraga Kabupaten/Kota, Pekan Olahraga Provinsi, Pekan Olahraga Indoor, dan Pekan Olahraga Remaja.

Dengan terlaksananya Rakornas ini, PB.PTMSI berharap dapat memperkuat sinergi antar seluruh pemangku kepentingan dan menjaga soliditas demi kemajuan serta kejayaan tenis meja Indonesia di masa depan.