Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, memimpin Rapat Pleno Pengurus KONI Pusat masa bakti 2023-2027 pada 13 Januari 2026 di Ruang Rapat Lukman Niode.
Dalam arahannya, Marciano merefleksikan dinamika organisasi sepanjang tahun 2025 yang penuh tantangan, terutama terkait implementasi Permenpora Nomor 14. “Dinamika tahun 2025 sangat tinggi. Tekanan dari Permenpora Nomor 14 benar-benar memberikan tantangan besar, namun kita tetap solid dan berpikir rasional,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Menpora RI yang baru, Erick Thohir, atas langkah bijaknya mencabut peraturan tersebut. Erick Thohir justru mendorong sinergitas kuat antara Kemenpora dan KONI demi akselerasi prestasi olahraga nasional.

Capaian Prestasi dan Kemandirian
Kerja keras para Patriot Olahraga Prestasi Indonensia mengagumkan. SEA Games yang lalu di Thailand, hasilnya peringkat kita naik, dari sisi perolehan medali juga meningkat dari target. Hasil akhirnya 91 emas, 111 perak dan 131 perunggu. Marciano tegaskan prestasi tersebut, adalah buah dari kerja keras cabang olahraga. “Ke depan, KONI Pusat harus berkontribusi lebih banyak,” tandas Marciano.
Dalam hal penyelenggaraan multievent nasional, Marciano menyampaikan capaian KONI Pusat ketika berkolaborasi dengan Djarum Foundation dalam menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri pada 2025. Tak ketinggalan, ada juga multievent yang digelar bersama mitra KONI Pusat, baik PT. Bayan Resource Tbk dengan KONI-Bayan Championship yang memasuki tahun ketiga pada 2026 dan PT.Chandra Asri dengan Jakarta Martial Arts Extravaganza (JMAE). Hal tersebut merupakan contoh kemandirian untuk dilakukan ke depan.

Agenda Strategis 2026
Tahun 2026 akan menjadi tahun yang sibuk bagi KONI Pusat dengan penyelenggaraan kejuaraan. Tahun 2026, direncakanan PON Bela Diri di Sulawesi Utara dan PON Pantai di Jakarta. Di samping itu, tahun ini juga akan menentukan tuan rumah PON XXIII/2032 melalui Musornaslub KONI 2026, tepat 6 tahun sebelum penyelenggaraan. Pendaftaran sudah dibuka hingga awal Mei 2026, dan sampai saat ini yang mendaftar baru Banten-Lampung.
Selain itu, KONI Pusat juga fokus mempersiapkan PON XXIII/2028 di NTT-NTB. Menyikapi efisiensi dan efektivitas, apabila terdapat venue yang belum tersedia maka beberapa pertandingan digelar di luar NTT-NTB.

Penguatan Organisasi dan Teknis
Sebagai organisasi yang akuntabel, Ketum KONI Pusat menginstruksikan penyelesaian seluruh urusan administrasi secara tuntas.
Terkait dengan kerja sama Perguruan Tinggi (PT), Ketum KONI Pusat berharap program konkret yang memberikan kontribusi pada 2026.
Selanjutnya, KONI Pusat berambisi menggelar coaching clinic bagi pelatih dan wasit pada tahun ini. Narasumber berkualitas siap dihadirkan.

Waketum I KONI Pusat, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, menambahkan evaluasi mendalam terkait SEA Games Thailand dan progres persiapan PON 2028. Sementara itu, Waketum II Mayjen TNI Purn Soedarmo menekankan sinergitas dengan pemerintah terkait penganggaran kontingen.
“Dalam penyelenggaraan PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja harus menghadirkan atlet-atlet provinsi sehingga KONI harus membuat kalender yang sinergis dengan Kemendagri,” katanya mengusulkan terkait penganggaran. Ia tegaskan pentingnya koordinasi dengan Kemendagri.
Sekjen KONI Pusat Drs.Tb.Lukman Djajadikusume, MEMOS menyampaikan informasi bahwa Kota Solo ingin menjadi tuan rumah PON Remaja. Terakhir, Sekjen sampaikan rencana rotasi pengurus dan staf KONI Pusat.