Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman diwakili Wakil I Ketua Umum (Waketum) I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc. menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Akuatik Indonesia dengan tema “Konsolidasi dan Sinergitas Menuju Asian Games 2026”.

Rakernas tersebut resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Industri Olahraga Kemenpora RI, Suyadi Pawiro, S.IP., pada Sabtu, 28 Februari 2026, di Hotel Arya Duta, Jakarta.
Hadir 30 pengurus provinsi menghadiri Rakernas Akuatik Indonesia 2026. Total peserta yang hadir mencapai 60 orang dari 30 provinsi
Wakil I Ketua Umum (Waketum) KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc. mengapresiasi Akuatik Indonesia di bawah kepemimpinan bapak Anindya Novyan Bakrie dalam program student athlete dan pembinaan luar negeri sebagai kunci prestasi.

“Kami sangat apresiasi terobosan yang dilakukan oleh kepengurusan Akuatik Indonesia , 7 orang atlet yang sudah ada di luar negeri dan ada 5 lagi yang akan muncul di luar negeri juga saya kira ini merupakan satu terobosan yang baru dan terobosan-terobosan yang luar biasa”, ungkap Waketum Suwarno.
Sebelumnya Ketum PRSI Anindya Novyan Bakrie salam sambutannya, menyapaikan pencapaian akuatik Indonesia sepanjang 2025, termasuk prestasi atlet muda di SEA Games Thailand yang disebut sebagai bukti keberhasilan regenerasi.

“Di penghujung tahun 2025, atlet kita Kembali menorehkan prestasi pada Sea Games Bangkok, Thailand, di mana semua cabang olahraga di bawah Akuatik yaitu renang, loncat indah, renang artistik, hingga polo air, menyumbangkan medali untuk Indonesia,” ucap Anindya.
Anindya juga menekankan pentingnya program student athlete dan pembinaan luar negeri sebagai kunci prestasi.
“Masniari Wolf berlatih di Jerman dan Jason juga di luar negeri. Program student athlete ini jalan dan menjadi modal kita menuju SEA Games berikutnya dan Asian Games,” katanya.

Sebagai Mother of Sports, Akuatik diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dunia. Dengan banyaknya atlet akuatik Indonesia meraih emas Olimpiade maka Indonesia mampu masuk peringkat lima besar Olimpiade pada tahun 2044, satu tahun menjelang perayaan 100 tahun Kemerdekaan Indonesia.