Lainnya
Sumba ‘Pulau 1000 Kuda’ Bersiap Sambut PON 2028, Pacuan Tradisional Naik Kelas
16 July 2026
Sumba ‘Pulau 1000 Kuda’ Bersiap Sambut PON 2028, Pacuan Tradisional Naik Kelas

Dalam rangka mempersiapkan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 NTT-NTB, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman meninjau Lapangan Omba Calo, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya pada 16 Juli 2026. 

Lapangan Omba Calo berpotensi menjadi venue Pacu Kuda, salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON XXII/2028 NTT-NTB. Dalam kunjungannya, Ketum KONI Pusat didampingi jajaran pengurusnya, Gubernur sekaligus Ketum KONI NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Presidium Konfederasi Nasional Pordasi Triwatty Marciano beserta jajaran, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Rangga Kaka, Ketua Pordasi Pacu NTT Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga dan beberapa tokoh setempat. 

Kecintaan masyarakat setempat akan olahraga berkuda sangat besar sehingga diharapkan lapangan tersebut direnovasi untuk lebih layak. “Orang Sumba sejak di kandungan sudah belajar menunggang,” jelas Gubernur NTT. 

Besarnya kecintaan masyarakat setempat pada olahraga berkuda, khususnya Pacu menjadi kebanggaan bagi pecinta olahraga berkuda. 

“Saya begitu mendarat tadi, saya rasa sebagai seorang yang memang pecinta olahraga berkuda, saya sangat-sangat senang sekali bisa mendarat dan hadir di Sumba, ‘Pulau 1000 kuda’, di sini memang olahraga berkuda itu menjadi bagian dari budayanya,” jelas Marciano yang sempat menjadi joki kuda cilik. 

Ketum KONI Pusat menyampaikan komitmen melestarikan dan mengembangkan budaya Pacu Kuda masyarakat setempat. “Kita harus jadikan kearifan lokal dalam Pacuan Kuda Tradisional ini menjadi satu objek wisata, dan maupun pembinaan olahraga berkuda,” lanjutnya.

Ketua Harian Federasi Nasional Pordasi Pacu Eddy Wijaya menegaskan komitmen dalam mengembangkan budaya lokal. “Sesuai pesan Bapak Ketum KONI Pusat pada tahun lalu di kantor beliau untuk memajukan Pacu Tradisional sehingga jangan hanya prestasi tetapi juga tradisional,” jelasnya.

“Tujuannya selain untuk memajukan Pacu Kuda adalah juga efek dominonya terhadap kemajuan UMKM, kemajuan pariwisata, dan kemajuan untuk semua potensi yang ada di sini,” lanjutnya. 

Ketum KONI Pusat berharap Pacu Kuda di seluruh Sumba mengikuti standar penyelenggaraan nasional yang memberikan atensi pada keamanan atlet dan penonton. 

Ditambahkan Triwatty, penyelenggaraan Pacu Kuda harus taat pada aturan. Salah satunya, tidak ada penonton masuk dalam lintasan yang membahayakan joki, kuda dan penonton. Tak kalah penting, joki juga perlu menggunakan pelindung, yang mana Konfederasi Nasional Pordasi menyerahkan body protector dan helm untuk digunakan joki cilik.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Direktur Eksekutif FN Pordasi Widodo Edi Sektianto kepada Wabup Rangga Kaka. Secara total ada 90 body protector dan helm untuk memberikan perlindungan kepada para joki cilik di Pulau Sumba.

Adapun body protector dan helm tersebut merupakan produksi Indonesia, tepatnya merek Sharktex Jawa Timur.

Di sisi lain, industri peternakan lokal harus mendapakan manfaat dari intensitas pertandingan yang tinggi. “Peternak-peternak kuda di Sumba ini semakin banyak, dan kuda-kuda yang dari Sumba ini semakin berkualitas yang dilahirkan,” tutup Marciano.