Lainnya
Wujudkan Asta Cita Ke-4, KONI Pusat dan KSP Perkuat Sinergitas Tingkatkan Kualitas Prestasi Olahraga
2 February 2026
Wujudkan Asta Cita Ke-4, KONI Pusat dan KSP Perkuat Sinergitas Tingkatkan Kualitas Prestasi Olahraga

Mengawali agenda bulan Februari 2026, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menerima Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Lindsey Afsari Puteri dan jajarannya di Kantor KONI Pusat, Gedung PPK GBK, pada Senin tanggal 2 Februari 2026.

KONI Pusat dan KSP membahas peningkatan mutu prestasi olahraga di Indonesia sebagaimana Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo. “Satu kehormatan kami menerima KSP membicarakan olahraga prestasi Indonesia,” kata Ketum KONI Pusat menyambut hangat.

“Saya sangat tertarik dengan pandangan KSP tentang bagaimana pengelolaan olahraga ini,” lanjutnya.

Lindsey menjelaskan posisi KSP sebagai Policy Integrator lintas K/L & daerah, Early Warning System risiko fiskal & tata kelola dan Quality Assurer agar PON selaras dengan visi Presiden.

Pertama yang dibahas adalah tentang peran Pekan Olahraga Nasional (PON) yang menjadi harapan lahirnya bibit atlet Indonesia berprestasi di kancah internasional; hal ini terbukti pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 menghasilkan atlet hebat. Tercatat sebagai indikator kesuksesan prestasi, 1 rekor Asia pecah dari cabang olahraga selam, kemudian 56 rekor nasional dan 161 rekor PON.

Namun begitu, ada evaluasi seperti tingginya beban fiskal pemerintah daerah dan lemahnya pemanfaatan venue pasca PON.

“Kita perlu melakukan efisiensi,” tegas Ketum KONI Pusat. Hal terpenting dari kompetisi olahraga adalah prestasi, sehingga beberapa hal yang tidak begitu berdampak pada performa atlet, dapat dilakukan rasionalisasi.

Terkait venue, selain menekankan agar dapat dibangun di kampus agar dapat dimanfaatkan dan dipelihara, Ketum KONI Pusat ingin adanya atensi untuk perawatan venue. “Venue dibangun menggunakan dana pemerintah, setelah dibangun harus ada aturan untuk merawat venue tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, Ketum KONI Pusat menjelaskan tentang PON terobosan KONI yakni PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor dan PON Remaja yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Tujuannya menambah pembinaan bagi atlet di seluruh Indonesia dengan meningkatkan jumlah kompetisi, di samping PON reguler setiap 4 tahun fokus pada cabang olahraga Olimpiade, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), cabang olahraga unggulan SEA Games dan pilihan tuan rumah.

“Kenapa kita menggelar PON tematik, karena kita harus fokus pada prestasi olahraga di kancah dunia,” tegas Marciano.

KSP mengapresiasi lahirnya PON tambahan yang menjadi gebrakan KONI Pusat di bawah kepemimpinan Marciano.

Tak ketinggalan, dibahas juga persiapan PON XXII/2028 NTT-NTB. Disampaikan bahwa Ketum KONI Pusat dan Gubernur NTT serta Gubernur NTB sudah bersurat ke Menpora RI agar menerbitkan SK.

Kedua yang dibahas terkait beasiswa atlet. “Bicara tentang beasiswa, dulu perenang Indonesia zaman Lukman Niode dan lainnya, mereka baik prestasinya karena disekolahkan di Amerika dan ikut kejuaraan di sana Hasilnya, kita belum pernah lebih baik dari metode itu,” terang Marciano.

Dijelaskan bahwa kini sedang ada skema nasional beasiswa keolahragaan S1 (sarjana) di luar negeri untuk atlet, pelatih dan ofisial.

Ketiga menyinggung tentang Gedung KONI Pusat yang telah selesai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berdasarkan Perpres Nomor 64/2018. Gedung yang berada di samping Lapangan Tembak Senayan tersebut telah siap ditempati sejak semester pertama tahun lalu. Harapannya, KONI Pusat dan cabang olahraga dapat memanfaatkan dukungan pemerintah tersebut.