Lainnya
Lantik Pengurus KONI Bali 2026-2030, Marciano Norman Dorong Peningkatan Prestasi Menuju Indonesia Emas 2045
15 May 2026
Lantik Pengurus KONI Bali 2026-2030, Marciano Norman Dorong Peningkatan Prestasi Menuju Indonesia Emas 2045

Ketua Umum Komite  Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, secara resmi mengukuhkan dan melantik jajaran pengurus KONI Provinsi Bali masa bakti 2026-2030 yang dipimpin I Nyoman Giri Prasta. Prosesi digelar di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali pada Jumat 15 Mei 2026. 

“Rekam jejak KONI Bali selalu di 10 besar, beberapa kali peringkat 5. Terbaik di luar Jawa,” kata Ketum KONI Pusat mengawali sambutan dengan apresiasi.

 

Catatan prestasi Bali pada beberapa Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir:

  • PON XVIII/2012 Riau: Peringkat ke-9 (15 Emas).  
  • PON XIX/2016 Jawa Barat: Peringkat ke-6 (20 Emas).  
  • PON XX/2021 Papua: Peringkat ke-5 (28 Emas).  
  • PON XXI/2024 Aceh-Sumut: Meraih 36 medali emas (Peringkat ke-7).  
  • PON Bela Diri Kudus 2025: Peringkat ke-6 (15 Emas).  

Tak ketinggalan, Marciano sampaikan kunjungannya ke kediaman Pino Bahari yang menceritakan Bali sempat memiliki prestasi membanggakan dari cabang olahraga tinju. “Saya harapkan lahir petinju-petinju kebanggaan Indonesia dari Bali,” sambungnya.

Bali juga memiliki atlet kelas internasional seperti Desak Made Rita Kusuma Dewi yang kerap menjadi juara dunia panjat tebing dan baru memecahkan rekor dunia Speed Women’s Relay (13,174 detik) di Asian Beach Games Sanya 2026. Ada juga beberapa peraih emas SEA Games Thailand 2025 seperti Dewa Ayu Made Sriartha (Basket), Maria Londa (Atletik), I Made Sastra Dharma (Judo), serta Tim Kabaddi Putri Indonesia.

Di bawah I Nyoman Giri Prasta yang juga Wakil Gubernur Bali, Ketum KONI Pusat yakin prestasi Bali akan lebih baik lagi.

“Saya menyambut baik atensi Bapak Ketum KONI Bali untuk Spirt Tourism. Para peserta kejuaraan olahraga menikmati betul keindahan Pulau Dewata ini,” jelas Marciano. 

“Saya mendukung penuh rencana gubernur menjadikan Bali sebagai tuan rumah kejuaraan dunia,”  tegasnya.

“Karakteristik orang Bali ini spesifik, ada potensi di bidang tertentu, oleh karenanya kita harus petakan mana yang emas, perak dan perunggu,” kata Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster. 

Gubernur mengapresiasi Bali masuk 10 besar mengingat secara statistik penduduknya lebih sedikit dibandingkan Jawa Barat, Jawa Timur dan Jakarta. 

Gubernur berambisi agar setiap bulan Bali menjadi tuan rumah kejuaraan dunia olahraga. Kabupaten/Kota juga dituntut memiliki fasilitas olahraga yang dapat digunakan untuk kejuaraan internasional. Target setelahnya, Bali siap menjadi tuan rumah PON.

Ketum KONI Bali menyampaikan akan melakukan inventaris potensi prestasi atlet Bali. “Kami ingin semua ini berkelanjutan, kami ingin melakukan pembinaan atlet bahkan masuk tataran sport science,” kata I Nyoman Giri Prasta.

“Kami pastikan melakukan perubahan strategi yang kuat,” sambungnya.

“Sport Tourism ke depan, kami mohonkan bisa jadi tuan rumah berbagai event olahraga prestasi. Ini berdampak pada pajak hotel dan restoran,” lanjutnya. 

“Ekstrakurikuler itu akan kita lakukan sesuai dengan apa kebutuhan kita pada PON. Salah satunya mencoba dayung di Tanjung Benoa,” tegas Giri menekankan sinergitas dengan sekolah dan berbagai dinas terkait. 

Mendorong fasilitas olahraga hadir di setiap kabupaten/kota di Bali. Standarnya GOR Ngurah Rai di Denpasar Utara yang akan direnovasi. 

“Kami ingin, atas nama masyarakat Bali, Bapak Gubernur menandatangani prasasti GOR Ngurah Rai Bali,” jelas Ketum KONI Bali.