
Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman meninjau rangkaian pertandingan kompetisi Tenis Meja Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bersatu Cup 2026 pada Jumat 16 Januari 2026 di Gedung Olahraga Jakarta Pusat.
PTMSI Bersatu Cup 2026 merupakan kompetisi antar klub pertama yang digelar PB PTMSI selain Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Silataruna dan Silatama. Tujuannya, menambah kompetisi guna meningkatkan pengalaman tanding atlet. Rencananya PTMSI Bersatu Cup 2026 yang mengusung tema ‘Menjunjung Sportivitas dan Prestasi dalam Semangat Persatuan’ digelar 3 kali dalam satu tahun.
Pertandingan yang digelar pada rangkaian pertama kali ini melibatkan kategori beregu dan tunggal intermaster, mulai dari tanggal 15 Januari pasca dibuka secara resmi Waketum I KONI Pusat Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno sampai dengan tanggal 19 Januari 2026.
“Saya mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada Ketum PB PTMSI Bapak Peter Layardi Lay dan jajarannya, yang membuka Tahun 2026 dengan kompetisi ‘PTMSI Bersatu Cup 2026’,” kata Ketum KONI Pusat.

“Mereka para atlet menunjukkan kemampuan mereka dan membela klub di mana mereka bernaung,” sambungnya.
“Besar harapan saya, tahun 2026 menjadi kebangkitan Tenis Meja Indonesia,” ujarnya merujuk kompetisi yang digelar 3 kali dalam satu tahun diikuti Silataruna & Silatama.
Selanjutnya, atlet yang berawal dari akar rumput di klub, berlaga pada Pekan Olahraga Kabupaten/Kota, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), hingga PON. Juara PON menjadi atlet yang berhak mewakili Indonesia di kancah internasional.
Porprov dan PON merupakan hak anggota KONI Pusat, salah satunya PB PTMSI beserta anggotanya.
“Saya harapkan seluruh atlet Tenis Meja Indonesia, datanglah untuk bersatu pada Bersatu Cup 2026,” seru Ketum KONI Pusat.

Pada kesempatan tersebut, Marciano juga menyampaikan kunci keberhasilan prestasi Tenis Meja Indonesia. “Bersatu itu kunci untuk berprestasi, kalau kita tidak bersatu, kita tidak akan kemana-mana (tidak berprestasi). Olahraga itu pemersatu bangsa, sebelum itu, PTMSI harus mempersatukan atlet-atlet Tenis Meja Indonesia,” tegas Marciano.